WHO: Angka Bunuh Diri di Indonesia Capai 10.000 Per Tahun

WHO: Angka Bunuh Diri di Indonesia Capai 10.000 Per Tahun
Ilustrasi bunuh diri menggunakan pistol ( Foto: Istimewa )
Herman Kamis, 11 September 2014 | 17:25 WIB

Jakarta - Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat, angka bunuh diri di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Pada 2010 mencapai 1,8 per 100.000 jiwa atau sekitar 5.000 orang per tahun. Kemudian pada 2012, estimasinya meningkat jadi 4,3 per 100.000 jiwa atau sekitar 10.000 per tahun.

"Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian secara global nomor lima di antara mereka yang berusia 30-49 tahun. Bahkan bunuh diri menyumbang 1,4 persen dari semua kematian di seluruh dunia," ujar Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI dr Eka Viora, SpKJ, di Jakarta, Kamis (11/9).

WHO juga mencatat, negara-negara berpenghasilan tinggi mempunyai tingkat bunuh diri lebih tinggi yaitu 12,7 per 100.000 jiwa. Adapun tingkat bunuh diri di negara berpenghasilan rendah atau menengah sebanyak 11,2 per 100.000 jiwa.

"Secara global, setiap tahunnya lebih dari 800.000 orang meninggal karena bunuh diri, atau 1 kematian setiap 40 detik. Angka ini berdasar penelitian selama 10 tahun di 172 negara," kata Eka.

"Jumlah nyawa hilang setiap tahun karena bunuh diri ini melebihi jumlah kematian akibat pembunuhan dan peperangan," Eka melanjutkan.

Menurut dia, bunuh diri adalah masalah yang kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti psikologis, sosial, biologis, budaya dan lingkungan. Karena itu, terhubung dengan berbagai sumber sangat penting untuk individu yang mungkin rentan terhadap bunuh diri.

Tahun ini, hari pencegahan bunuh diri internasional yang diperingati setiap 10 September mengangkat tema "One World Connected". "Tema ini mencerminkan fakta bahwa koneksi penting di setiap tingkatan jika kita ingin memerangi bunuh diri," kata Eka.