Pria Botak di Usia 40-an Berisiko 39% Lebih Tinggi Menderita Kanker Prostat

Pria Botak di Usia 40-an Berisiko 39% Lebih Tinggi Menderita Kanker Prostat
Ilustrasi kebotakan. ( Foto: Fox News )
Nessy Febrinastri / FAB Jumat, 19 September 2014 | 15:00 WIB

Sebuah studi baru dari Newsmax Health menyatakan bahwa pria berusia 40-an tahun yang menderita kebotakan berisiko menderita kanker prostat agresif.

Pria yang memiliki gangguan kebotakan di usia 40-an tahun memiliki risiko 39 persen lebih tinggi terkena kanker prostat agresif, dibandingkan dengan laki-laki tanpa kebotakan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology, melibatkan hampir 40.000 orang yang berusia 55-74 tahun. Mereka diberi pertanyaan tentang tingkat kerontokan dan jenis rambut rontok ketika memasuki usia 45. Sekitar 18 persen pria ingat bahwa mereka mengalami problem rambut rontok pada usia tersebut.

Pada periode selanjutnya, antara 2006 dan 2008, peneliti menemukan bahwa lebih dari 1.100 peserta tersebut didiagnosis dengan kanker prostat dan hampir 600 lainnya memiliki bentuk agresif penyakit tersebut.

"Pola kebotakan dan rambut rontok merupakan hasil kumulatif paparan testosteron pada kulit seumur hidup," kata Dr Charles Ryan, seorang profesor klinis Jurusan Kedokteran di University of California, San Francisco, yang menjadi salah satu peneliti.

Pada sebagian pria, rambut biasanya mulai rontok pada sisi kanan dan kiri bagian dahi atas, dan kemudian meninggalkan sedikit rambut di antaranya.

Ryan menyarankan para dokter untuk memperhatikan pasien laki-laki mereka di usia 40-an dengan kebotakan.

Sumber: Fox News