Perjuangan Endang, Penderita Skizofrenia yang Menggapai Mimpi Menjadi Dokter Gigi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perjuangan Endang, Penderita Skizofrenia yang Menggapai Mimpi Menjadi Dokter Gigi

Kamis, 9 Oktober 2014 | 18:52 WIB
Oleh : Herman, Tim Redaksi BeritaSatu TV / B1

Jakarta - Penerimaan yang baik dari keluarga dan masyarakat terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seperti skizofrenia dapat mendorong penderitanya kembali ke masyarakat dan tetap produktif. Hal ini telah dibuktikan oleh drg Endang Murniati (59 tahun) yang berhasil menggapai mimpinya di tengah kondisinya yang mengidap skizofrenia.

Endang mulai menderita skizofrenia saat usianya baru 22 tahun, kala ia masih kuliah di Universitas Trisakti. "Saya tidak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba saja blank dan selalu curigaan sama orang. Tidur juga enggak bisa dan setiap orang yang mendekat saya curigai," kata Endang di acara Dialog Interaktif menyambut "Hari Kesehatan Jiwa" di Gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (9/10).

Meski penyakitnya itu sering datang tiba-tiba, namun tak lantas melunturkan semangatnya untuk menjadi dokter gigi. "Perjuangan saya untuk jadi dokter gigi memang berat. Saya juga sempat cuti kuliah karena sering kambuh dan harus minum obat setiap hari. Tetapi keluarga tetap mendukung saya untuk bisa menyelesaikan kuliah," bebernya.

Selama cuti kuliahnya, Endang tak hanya berdiam diri. Ia juga ikut beberapa kursus keterampilan agar hari-harinya tidak semakin kosong. "Kalau hanya berdiam diri, justru semakin membuat saya tidak enak. Tetapi memang waktu itu setiap tiga tahun sekali penyakit saya ini selalu kambuh," ceritanya.

Lulus kuliah tahun 1980, Endang langsung praktek sebagai dokter gigi di sebuah klinik bersama di kawasan Cinere. Rasa minder karena menderita skizofrenia dibuangnya jauh-jauh agar bisa tetap profesional menjalani profesinya.

"Setelah lulus dan mulai praktek, tidak ada perasaan cemas sama sekali. Meski ada kekurangan, tetapi saya merasa harus senang melakukan pekerjaan ini dan menjalaninya dengan baik," imbuhnya.

Selama praktek tersebut, Endang tetap rutin mengonsumsi obat-obatan terkait penyakit skizofrenianya. Sayangnya, ia kemudian terkena Neuroleptic Malignant Syndrome (NMS) yang mengakibatkan rusaknya fungsi otot. Tahun 2008, ia pun akhirnya memutuskan untuk berhenti praktek.

"Serangan puncaknya saya alami ketika menderita NMS, itu penyakit akibat terlalu lama memakai obat-obatan. Tiga bulan tidak sadar karena bikin kerusakan otot. Kebetulan otot kanan saya yang kena, sehingga tidak bisa apa-apa. Dari tajim 2008 itu saya sudah tidak praktek lagi," jelas Endang yang juga memilih untuk hidup sendiri tanpa pendamping.

"Karena dulu saya sering kambuh, saya putuskan untuk tidak menikah. Nanti kasihan pasangan saya," ujar dia.

Setelah tidak lagi praktek sebagai dokter gigi, Endang kini aktif menjadi pembicara dalam kampanye peduli skizofrenia. Dia berharap, keluarga dan masyarakat bisa lebih peduli pada pasien skizofrenia, sehingga mereka bisa tetap produktif.

"Keluarga dan masyarakat jangan ragu, penderita skizofrenia itu bisa sembuh. Apalagi sekarang banyak obat-obatan yang bagus (tanpa efek samping). Tetapi obat-obatan yang bagus itu harganya mahal, jadi saya berharap pemerintah dapat membantu memberi obat yang bagus dengan biaya murah, sehingga bisa diakses oleh lebih banyak penderita skizofrenia," harap Endang.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Luhut Binsar Pandjaitan melarang pejabat negara untuk melakukan perjalanan ke luar negeri guna mencegah penularan varian Omicron.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Menkes: Lansia Perlu Dipaksa Divaksin Secepatnya

Menkes Budi Gunadi mengatakan upaya meningkatkan cakupan vaksinasi pada lansia perlu ada pemaksaan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Ini Arahan Jokowi Hadapi Varian Omicron

Mensesneg Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi telah memberi arahan kepada jajaran menteri untuk menghadapi varian baru Covid-19, Omicron

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Akses Pengobatan Diabetes Diperluas

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia masih tinggi di tengah tantangan akses layanan kesehatan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Vaksinolog: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menyebutkan semua jenis vaksin yang beredar di Indonesia aman dan efektif untuk digunakan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

PDUI dan Le Minerale Terus Kampanyekan Pola Hidup Sehat

PDUI dan Le Minerale memperpanjang kemitraan strategis untuk mengampanyekan pola hidup sehat.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Kemenkes: Vaksin Booster Belum Diperlukan Saat Ini

Kemenkes mengatakan pemberian vaksinasi booster belum diperlukan saat ini di Indonesia.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Masyarakat Diminta Jangan Pilih-pilih Vaksin

Masyarakat diingatkan jangan pilih-pilih vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

Penurunan laju penyuntikan vaksinasi harian karena banyak daerah enggan untuk menggunakan vaksin selain Sinovac.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Update Covid-19: Waspada Kasus Konfirmasi Naik Jadi 278

Pada hari ini, Rabu (1/11/2021) tercatat kasus konfirmasi sebanyak 278 atau naik dari kemarin sejumlah 176.

KESEHATAN | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

MEGAPOLITAN | 51 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings