Cegah Ebola, Dirjen Imigrasi Perintahkan Pengetatan di Bandara

Cegah Ebola, Dirjen Imigrasi Perintahkan Pengetatan di Bandara
(Ilustrasi) Sejumlah penumpang pesawat antre dalam pemeriksaan terkait penyakit ebola. ( Foto: AFP )
Novy Lumanauw / ED Rabu, 15 Oktober 2014 | 19:51 WIB

Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi pada Kementerian Hukum dan Ham (Kemkumham) telah mengeluarkan surat edaran yang isinya berintikan instruksi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap warga negara asing (WNA) yang memasuki bandar udara (bandara) di seluruh Nusantara.

Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Hukum dan Ham (Wamenkumham) Denny Indrayana yang ditemui SP seusai acara diskusi di kantor Kementerian Hukum dan Ham (Kemkumham), Jakarta, Rabu (15/10).

Peningkatan kewaspadaan tersebut, lanjut Denny, dalam hal keamanan. Sebagai contoh, melakukan interview lebih dalam kepada WNA, khususnya yang berasal dari Afrika, seperti Guinea, Liberia, Sierra Leone, dan Nigeria.

"Bagi orang-orang yang berasal dari negara tersebut diwajibkan memiliki surat keterangan sehat dan tidak terjangkit penyakit menular yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan di negaranya masing-masing," tegas Denny.

Seperti diketahui, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 12 Agustus 2014, jumlah korban tewas akibat wabah ebola telah mencapai 1.013 orang. Jumlah ini sudah termasuk 52 korban yang tewas dalam tiga hari sejak 9 Agustus lalu.

Menanggapi wabah ebola yang mulai menyebar, Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mulai meningkatkan status siaga.

Setiap penumpang yang akan berangkat dari bandara menuju tempat atau daerah lain, termasuk ke luar negeri diberikan informasi terkait virus tersebut. Sosialisasi dalam bentuk informasi seputar virus ebola diberikan di bagian check-in desk dan lounge.

Selain itu, petugas akan memberikan tips menghindari terjangkit virus tersebut, seperti menggunakan masker pada tempat ramai, tidak saling bersentuhan lewat cairan tubuh, dan rajin mencuci tangan.

Sementara itu, khusus penumpang yang baru datang, seperti jemaah haji yang baru pulang dari Timur Tengah akan diberikan kartu kesehatan yang wajib diisi setiap penumpang saat akan turun dari pesawat menuju terminal kedatangan.

Sumber: Suara Pembaruan