Baru 40% Puskesmas Miliki Alat Deteksi Gula Darah

Baru 40% Puskesmas Miliki Alat Deteksi Gula Darah
Ilustrasi diabetes
Herman Jumat, 14 November 2014 | 16:28 WIB

Jakarta - Sebagai langkah antisipasi terjadinya komplikasi penyakit akibat Diabetes Melitus (DM), melakukan deteksi dini adalah sebuah keharusan, apalagi bagi yang mempunyai faktor risiko terkena penyakit tersebut.

"Jangan menunggu sampai gejala itu timbul, bisa-bisa sudah terlambat," pesan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, Akmal Taher di Jakarta, Jumat (14/11).

Dalam upaya penanggulangan DM di Indonesia, lanjutnya, Kemkes juga akan lebih gencar melakukan promosi kesehatan dan meningkatkan kemampuan dokter umum di puskemas agar bisa mendeteksi diabetes dengan lebih baik.

"Saat ini baru 30-40 persen puskesmas yang memiliki peralatan mendeteksi gula darah. Itu juga yang harus diperbaiki dan akan jadi program kesehatan kita lima tahun ke depan," tambah Akmal.

‪Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, proporsi penduduk Indonesia yang berusia ≥15 tahun dengan DM adalah 6,9 persen. Prevalensi diabetes yang terdiagnosis dokter tertinggi terdapat di DI Yogyakarta (2,6 persen), DKI Jakarta (2,5 persen), Sulawesi Utara (2,4 persen), dan Kalimantan Timur (2,3 persen). Sementara data terbaru yang dikeluarkan Federasi Diabetes Internasional menyebutkan, saat ini 9,1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes.