"Bedah Robotic" Mulai Jadi Pilihan Pasien Bedah

Ivan R Sini (kiri) dan Sita Ayu Arumi (kanan), tim dokter ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery) RS Bunda Jakarta. ( Foto: Herman )
Herman / FAB Selasa, 2 Desember 2014 | 14:59 WIB

Jakarta - Sejak diperkenalkan awal 2012 oleh Rumah Sakit (RS) Bunda Jakarta, teknologi bedah robotic telah menjadi pilihan pasien dalam melakukan proses pembedahan. Bahkan RS Bunda Jakarta telah melewati pencapaian 100 kasus pertama bedah robotik yang ditangani oleh tim dokter ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery).

Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik, yang juga merupakan tim dokter ARMIS, Ivan R Sini mengungkapkan, sebagai rumah sakit yang memiliki misi dan visi memberikan pelayanan kesehatan dan kedokteran terbaik, RS Bunda Jakarta memang selalu mengedepankan fasilitas berbasis teknologi mutakhir.

"Pencapaian ini tentunya merupakan prestasi yang sangat menggembirakan. Memang tugas kami, para tenaga kesehatan dan kedokteran untuk terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan dan kedokteran yang memberi manfaat terbaik bagi pasien," ungkap Ivan, Jakarta, Selasa (2/12).

Ivan menjelaskan, bedah robotic merupakan pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robot yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Tindakan ini menggunakan luka sayatan yang sangat kecil, yang dihubungkan ke dokter bedah melalui serat fibreoptic ke surgeon consule (simulator). Alat-alat canggih ini tetap dioperasikan oleh dokter bedah dengan kontrol sepenuhnya, bukan oleh robot.

Tindakan ini menurutnya lebih efektif, efisien dan menguntungkan bagi pasien, karena dapat mengurangi luka sayatan (kosmetik), meningkatkan ketepatan dan akurasi yang tinggi, sehingga memberikan hasil operasi yang optimal.

"Di RS Bunda, saat ini bedah robotic baru fokus pada masalah kandungan, kanker rahim, bedah urologi dan bedah usus. Tahun depan, kita akan mempersiapkan bedah robotic untuk penanganan penyakit jantung," jelas Ivan.

Keberadaan teknologi ini, menurutnya juga bisa menjadi alternatif bagi pasien bedah yang ingin melakukan bedah robotic di luar negeri. "Daripada ke luar negeri, mengapa tidak melakukannya di Indonesia saja. Kualitas tenaga kesehatan dan kedokteran serta fasilitas kita tidak kalah dari negara lain," tambah Ivan.

Untuk biaya bedah robotic, harga yang ditawarkan sekitar Rp 100 juta. Tapi menurut Ivan, harga tersebut jauh lebih hemat dari biaya serupa di beberapa rumah sakit negara tetangga, misalnya di Singapura dan Malaysia.

"Sebagai suatu kebanggaan dengan pencapaian 100 pasien bedah robotic, sampai awal tahun 2015, RS Bunda juga memberikan harga khusus tindakan kepada pasien, yaitu sebesar Rp 58 juta," kata Ivan.