Ini Keunggulan Bedah "Robotic" Dibandingkan Operasi Biasa

 Ini Keunggulan Bedah
Ilustrasi Bedah Robotic ( Foto: dok:roboticsurgeryindonesia.com )
Herman / FAB Selasa, 2 Desember 2014 | 16:33 WIB

Jakarta - Rasa nyeri yang minimal dan pemulihan yang lebih cepat membuat bedah robotic mulai banyak dipilih pasien bedah di Indonesia. Bahkan sejak diperkenalkan oleh Rumah Sakit (RS) Bunda Jakarta pada 2012, tim bedah robotic RS ini telah menangani 110 kasus.

"Awalnya memang belum banyak yang tahu. Namun belakangan kesadaran pasien bedah yang mempercayakan operasi bedahnya menggunakan bedah robotic mulai tinggi. Ini bisa menjadi alternatif terbaik mengurangi risiko operasi," kata Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik, Ivan R Sini di Jakarta, Selasa (2/12).

Ivan menjelaskan, bedah robotic merupakan pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robotic, yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Tindakan ini menggunakan luka sayatan yang sangat kecil, yang dihubungkan ke dokter bedah melalui serat fibreoptic ke surgeon consule (simulator). Namun alat-alat canggih ini tetap dioperasikan oleh dokter bedah dengan kontrol sepenuhnya, bukan oleh robot.

Tindakan ini diklaim lebih efektif, efisien dan menguntungkan bagi pasien, karena dapat mengurangi luka sayatan dan meningkatkan ketepatan serta akurasi yang tinggi. "Bedah robotic juga dapat mengurangi risiko cedera, dapat mencakup daerah-daerah yang sulit terlihat, dan meminimalkan trauma paska operasi," tambahnya.

Sejauh ini pembedahan robotik di RS Bunda Jakarta telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Semua tindakan dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada pasien yang mengalami kematian. "Risiko dan komplikasi operasi memang selalu ada dalam setiap tindakan medis. Namun dengan bedah robotic, risiko tersebut dapat diminimalisasi," ujar Ivan.

Di RS Bunda Jakarta, kasus operasi yang ditangani dengan bedah robotic berkisar di masalah kandungan, seperti mioma dan kista endometriosis. Kasus-kasus kompleks lainnya yang juga bisa ditangani adalah operasi prostat, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus. "Tahun depan, kita juga akan mempersiapkan bedah robotic untuk menangani masalah jantung," tambahnya.

Bedah robotic di RS Bunda Jakarta saat ini ditangani oleh tim dokter ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery), yang berjumlah 12 orang. Sampai awal tahun 2015, RS Bunda Jakarta juga memberikan harga khusus tindakan kepada pasien, yaitu sebesar Rp 58 juta.

CLOSE