Sepeda Onthel Ramaikan Karnaval "Ayo Melek Gizi"
INDEX

BISNIS-27 532.645 (8.39)   |   COMPOSITE 6373.41 (16.42)   |   DBX 1200.38 (7.1)   |   I-GRADE 185.572 (0.47)   |   IDX30 530.591 (5.91)   |   IDX80 143.3 (0.91)   |   IDXBUMN20 436.746 (-1.39)   |   IDXESGL 146.832 (2.43)   |   IDXG30 145.313 (0.68)   |   IDXHIDIV20 465.476 (6.27)   |   IDXQ30 150.721 (1.92)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-4.71)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (-7.37)   |   IDXV30 150.9 (-1.9)   |   INFOBANK15 1063.78 (12.11)   |   Investor33 452.728 (7.92)   |   ISSI 189.451 (-0.24)   |   JII 667.742 (1.11)   |   JII70 234.615 (-0.52)   |   KOMPAS100 1279.35 (7.74)   |   LQ45 988.752 (9.51)   |   MBX 1764.22 (3.66)   |   MNC36 335.71 (4.95)   |   PEFINDO25 340.233 (-1.68)   |   SMInfra18 325.434 (3.65)   |   SRI-KEHATI 386.573 (6.93)   |  

Sepeda Onthel Ramaikan Karnaval "Ayo Melek Gizi"

Minggu, 25 Januari 2015 | 08:32 WIB
Oleh : Indah Handayani / MUT

Jakarta - PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) bersama berbagai komunitas peduli gizi menggelar karnaval "Ayo Melek Gizi" pada Minggu (25/1). Selain untuk memperingati Hari Gizi Nasional, karnaval tersebut digelar untuk mendukung peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan gizi seimbang dan pola makan sehat.

Karnaval tersebut dibuka oleh Isti Wakil Gubenur DKI Jakarta Heppy Farida Djarot serta Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon. Karnaval tersebut diisi dengan kegiatan parade yang diikuti lebih dari 400 peserta menempuh rute Monas-Bundaran HI, edukasi dan konsultasi Gizi, serta demo masak makanan sehat.

Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon mengatakan karnaval tersebut merupakan bagian dari program kampanye "Ayo Melek Gizi" dalam upaya edukasi gizi seimbang serta pentingnya gizi di awal kehidupan. Sejak dicanangkan lima tahun lalu, kampanye tersebut telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan. Tahun ini, untuk pertana kali diselenggarakan di momen car free day Jakarta dan melibatkan partisipasi berbagai anggota komunitas.

Olivier menambahkan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Namun, di saat yang bersamaan Indonesia masih menghadapi persoalan gizi, seperti stunting (kuntet) pada anak. Untuk mengatasi persoalan gizi diperlukan langkah bersama dari seluruh komponen masyarakat termasuk sektor swasta. Sarihusada turut berpartisipasi melalui program edukasi "Ayo Melek Gizi".

Terlebih, lanjut dia, data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 memperkirakan prevalensi balita gizi buruk dan kurang di Indonesia mencapai 19,6%. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan 2010 yang sebesar 17,9% dan 2007 sebesar 18,4%.

"Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat yang tergabung dalam berbabagi komunitas, turut mengkampanyekan pentingnya memiliki pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat dalam bentuk yang unik dan menghibur," kata Oliver di Jakarta, Minggu (25/1).

Head of Corporate Affairs Sarihusada Arif Mujahidin menjelaskan kegiatan tersebut menampilkan parade sepeda onthel yang dihias dengan bahan pangan sumber gizi, parade ondel-ondel berhias kobstum gizi (buah dan sayur), parade kostum buah dan sayur, serta dimeriahkan juga oleh parade melintasi rute Monas menuju Bunderan HI, dan kembali lagi ke Monas dan memberi kesempatan kepada Masyarakat untuk dapat melihat dan berpartisipasi secara langsung.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Stok Darah di Makassar di Bawah Standar

PMI Makassar hanya memiliki stok 473, padahal idelanya 600-800 kantong darah.

KESEHATAN | 25 Januari 2015

Indonesia Masih Harus Hadapi Beragam Permasalahan Gizi

Indonesia termasuk negara yang memiliki masalah gizi yang kompleks.

KESEHATAN | 24 Januari 2015

Calon Ibu Perlu Waspada Pemicu Hamil Anggur

Perut wanita yang sedang hamil anggur juga membesar seperti kehamilan normal.

KESEHATAN | 24 Januari 2015

Alasan Kanker Ovarium Paling Sering Kambuh

Kanker ovarium masih merupakan jenis kanker ginekologi yang paling mematikan di dunia.

KESEHATAN | 24 Januari 2015

Lawan Kanker Ovarium, Jangan Tunggu Sampai Timbul Gejala

Karena belum diketahui penyebabnya, kanker ovarium sulit dihindari. Bahkan banyak pasien yang baru ketahuan menderita kanker ovarium ketika sudah stadium 3-4.

KESEHATAN | 24 Januari 2015

LSD, "Kertas Tipis seperti Perangko" yang Mematikan

Dalam dosis sangat kecil bisa langsung bekerja aktif di dalam tubuh.

KESEHATAN | 24 Januari 2015

Studi: Di AS, Pengeluaran untuk Rokok Capai US$ 2 M Seumur Hidup

Lebih dari 20 juta orang di AS telah tewas dalam 50 tahun terakhir akibat rokok.

KESEHATAN | 24 Januari 2015

Menko PMK Promosikan "Bude Jamu"

Manfaat jamu telah diuji secara ilmiah sehingga masyarakat tidak perlu ragu dengan khasiatnya.

KESEHATAN | 23 Januari 2015

Salah Penanganan "Stunting" Bisa Picu Obesitas

Selama ini penanganan stunting selalu dihubungkan dengan pemberian nutrisi tambahan karena dikiranya kurang nutrisi.

KESEHATAN | 23 Januari 2015

Di Indonesia Tidak Ada Kasus Kanker Kulit Akibat Sinar Ultraviolet

"Sinar matahari tidak menyebabkan kanker kulit, hanya membuat kulit sedikit kecokelatan saja," kata Fitrah.

KESEHATAN | 23 Januari 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS