Manfaat di Balik Sayuran Berwarna Ungu
Logo BeritaSatu

Manfaat di Balik Sayuran Berwarna Ungu

Minggu, 22 Maret 2015 | 12:10 WIB
Oleh : Firda Puri Agustine / B1

Amanda tengah sibuk berburu sayuran segar di sebuah supermarket, pekan lalu. Beberapa jenis sayur seperti bayam, tomat, dan wortel sudah bertengger manis dalam keranjang.

Gadis berusia 26 tahun ini memang gemar menyantap buah dan sayuran untuk menjaga berat badan ideal.

"Sudah setahun belakangan aku berhenti makan gorengan.Buat jaga kesehatan dan berat badan ideal. Semua buah dan sayuran aku suka. Apalagi bayam, manggis, dan wortel," katanya, belum lama ini.

Manda biasanya membuat olahan sayuran dengan cara direbus atau langsung dimakan mentah. Lulusan The London School of Pubic Relations itu percaya kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayuran dapat mencegah berbagai macam penyakit.

"Aku pernah baca katanya buah warna merah, oranye, sama hijau itu yang paling bagus karena anti kanker. Memang benar soalnya ada tanteku kena kanker terus terapi jus buah, sel kankernya mati. Jadi makin semangat makan sayur dan buah," ujarnya.

Sayuran dan buah berwarna merah, kuning, dan hijau, telah lama diketahui baik untuk kesehatan. Namun, ada riset terbaru bahwa sayuran berwarna ungu memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dan buah berwarna merah dan oranye.

Penelitian yang dilakukan sejumlah peneliti dari Agriculture and Agri-Food Canada (AAAFC) menemukan hubungan yang kuat terkait kandungan tinggi anti oksidan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit jantung.

"Sayuran yang mengandung anthocyanin dalam jumlah besar memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibanding varietas lain dari jenis yang sama," ujar salah satu peneliti dari AAAFC dan Guelph Food Research Center Dr Rong Cao seperti dilansir The Canadian Press.

Anthocyanin merupakan senyawa phytochemical yang bertanggungjawab atas pigmen ungu pada buah dan sayuran. Seperti kentang, wortel, dan tomat. Sedangkan antioksidan adalah zat yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat oksidasi. Substansinya meliputi vitamin E, C, dan beta karoten.

Tim peneliti memeriksa bagaimana anthocyanin dalam wortel dan kentang ungu berkontribusi mengurangi kadar gula dalam darah. Juga menghancurkan penyumbatan dalam saluran pembuluh darah kapiler yang menyebabkan serangan jantung.

Untuk penelitian ini mereka melibatkan sekitar 97 sampel pria dan wanita yang didiagnosis mengalami diabetes dan tekanan darah tinggi. Dengan rentang usia antara 25 sampai 50 tahun. Peserta diberikan terapi jus dan diet sayuran berwarna ungu selama kurang lebih tiga bulan.

Hasilnya, lebih dari setengah peserta yang rutin mengonsumsi diet tersebut mengalami kondisi yang lebih baik dengan metabolisme yang lebih lancar. Penurunan risiko sejumlah kanker pun ditunjukkan secara signifikan.

Studi sebelumnya yang dilakukan Dr Dan Ramdath dari Guelph Food Research Center menunjukkan bahwa anthocyanin menghambat enzim seperti alpha-glikosidase, yang diperlukan untuk metabolisme gula. Menghambat enzim tersebut dapat memperlambat laju produksi glukosa, yang membantu menjaga kadar gula darah dan penting bagi mereka yang mengidap diabetes.

"Pengidap diabetes sebaiknya mengonsumsi buah dan sayuran berwarna ungu untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil, “ katanya.

Penelitian Dr Cao ini akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi hewan dan uji klinis manusia dalam waktu dekat.

Sumber: Sciencedaily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kurangi Komplikasi Diabetes dengan Strawberry

Strawberry juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan beberapa kanker tertentu.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Studi: Lari Pagi Bisa Menunda Penuaan

Segala penyakit kardiovaskular pun bisa dilawan hanya dengan berlari pagi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Suplemen Vitamin Tak Selalu Aman Dikonsumsi

"Beberapa penyakit berinteraksi dengan vitamin dan mineral, yang mungkin berpengaruh pada obat yang sedang dikonsumsi,".

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hati-hati Makan Bayam

Bayam dapat mengganggu fungsi tiroid.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hampir Separuh Balita di Indonesia Kekurangan Vitamin D

Ia mengatakan kasus internasional juga menunjukkan vitamin D sebagai salah satu zat gizi yang mempengaruhi kualitas pertumbuhan anak-anak.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Sarihusada Raih "CSR Leadership Award" 2015

Sarihusada memenangkan Gold Award untuk kategori CSR Leadership.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

Waspada, Anggap Enteng Hipokalemia Bisa Berakibat Fatal

Penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal bagi yang menderitanya dan bahkan akan menyebabkan terjadinya kematian.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

YLKI: Masalah-masalah Terkait BPJS Berakar dari Hulu

Perilaku masyarakat agar menjalani gaya hidup sehat belum digarap secara maksimal. Akibatnya banyak masyarakat yang sakit karena tidak menjaga kesehatannya.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

Rumah Sakit "Bandel" Bisa Diputus Kontrak oleh BPJS Kesehatan

"Sanksi itu diberikan kepada rumah sakit yang tidak berkomitmen terhadap kontrak kerja."

KESEHATAN | 21 Maret 2015

Cegah Kerusakan Gigi, Batasi Konsumsi Gula pada Anak

Yang dibutuhkan tubuh bukan gula, melainkan kalori.

KESEHATAN | 21 Maret 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS