‎Bayi Penderita Atresia Bilier Meninggal, Rieke Minta Maaf
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

‎Bayi Penderita Atresia Bilier Meninggal, Rieke Minta Maaf

Minggu, 22 Maret 2015 | 19:34 WIB
Oleh : Asni Ovier / B1

Jakarta - Politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka merasa turut berduka atas meninggalnya seorang anak bernama Muhamadfahri Al Jaelani, ‎yang meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Minggu (22/3) pagi.

Rieke meminta maaf karena perjuangannya sebagai anggota DPR agar rakyat mendapatkan fasilitas pengobatan yang baik, belum berhasil.

Fahri yang selama ini dirawat di kamar 103 RSCM‎, akhirnya menghembuskan nafas terakhir, karena tak kuat menahan rasa sakit. Terkendala masalah klasik, yakni biaya yang mahal, proses penyembuhan Fahri tak maksimal.

"Maafkan atas perjuangan yang belum tuntas ini. Semoga kepergianmu membuka gembok ketidakpedulian kekuasaan terhadap penderita artesia bilier," ujar Rieke di Jakarta, Minggu (2/3).

Fahni adalah anak seorang montir bengkel. Sebagai penderita artesia bilier, Fahri harus melalui tahapan screening sebanyak empat kali dengan biaya Rp 15 juta per satu kali screening.

Rieke mengungkapkan, penderita artesia bilier di Indonesia tidak hanya satu. Masih ada Alfariel Zikri Azhar yang baru berusia satu tahun. Alfariel adalah anak seorang sopir mobil sayur di Pasar Kramat Jati.

Ketika Alfariel dibawa ke RSCM, ruang ICU dinyatakan penuh.

Lalu, Raehan Nur Ziabno (2 tahun) penderita penyakit sama. Sejak 2013, Raehan menjalani perawatan di RSCM. Anak seorang pengupas kerang tersebut harus mengonsumsi obat yang cukup mahal.

Menurut Rieke, penderita artesia Bilier harus mengonsumsi obat evion dan apialys dengan harga Rp 800.000/minggu. Selain itu, penderita juga perlu nutrisi khusus berupa susu yang dibeli di apotek seharga Rp 250.000/kaleng.

"Screening harus dilakukan 4 kali dengan biaya Rp 15 juta/tahap," ujar Rieke.

Dia pun mengritik kinerja BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan yang memiliki aturan main atau regulasi yang membebani masyarakat. Sebab, ujarnya, anggaran tidak bisa dikeluarkan BPJS jika tidak sesuai Peraturan Menteri Kesehatan.

Semua aturan turunan tentang Jaminan Kesehatan, Perpres maupun Permenkes tidak boleh bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

"Pasal 22 dan penjelasan UU itu menyebutkan, kecuali urusan kosmetik, semua biaya preventif, promotif, kuratif harus ditanggung. Dalam UU tersebut dijelaskan, obat, rawat inap, rawat jalan, tindakan, termasuk cuci darah, dan lain-lain wajib ditanggung, tidak boleh dibebankan ke pasien," jelas Rieke.

Dikatakan, jika dana di BPJS tidak memungkinkan, wajib berdasarkan konstitusi kas negara menanggung. "Jangan bilang kosong, buktinya di korupsi bisa triliunan," ujarnya.

Untuk itu, Rieke menyarankan, ada alokasi anggaran kesehatan untuk penambahan alat kesehatan yang sesuai kebutuhan rumah sakit, khususnya RSCM, yang menjadi rujukan pasien seluruh Indonesia.

"Lengkapi alatnya, perbaiki fisiknya, tambah ruangan dan tempat tidur, perhatikan status dan upah tenaga kesehatan. Hal yang sama wajib dipenuhi pemerintah untuk RS milik pemerintah di seluruh Indonesia, seperti Puskesmas dan faskes lain milik pemerintah," katanya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Manfaat di Balik Sayuran Berwarna Ungu

Sayuran berwarna ungu memiliki kandungan antioksidan tertinggi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Kurangi Komplikasi Diabetes dengan Strawberry

Strawberry juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan beberapa kanker tertentu.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Studi: Lari Pagi Bisa Menunda Penuaan

Segala penyakit kardiovaskular pun bisa dilawan hanya dengan berlari pagi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Suplemen Vitamin Tak Selalu Aman Dikonsumsi

"Beberapa penyakit berinteraksi dengan vitamin dan mineral, yang mungkin berpengaruh pada obat yang sedang dikonsumsi,".

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hati-hati Makan Bayam

Bayam dapat mengganggu fungsi tiroid.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hampir Separuh Balita di Indonesia Kekurangan Vitamin D

Ia mengatakan kasus internasional juga menunjukkan vitamin D sebagai salah satu zat gizi yang mempengaruhi kualitas pertumbuhan anak-anak.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Sarihusada Raih "CSR Leadership Award" 2015

Sarihusada memenangkan Gold Award untuk kategori CSR Leadership.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

Waspada, Anggap Enteng Hipokalemia Bisa Berakibat Fatal

Penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal bagi yang menderitanya dan bahkan akan menyebabkan terjadinya kematian.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

YLKI: Masalah-masalah Terkait BPJS Berakar dari Hulu

Perilaku masyarakat agar menjalani gaya hidup sehat belum digarap secara maksimal. Akibatnya banyak masyarakat yang sakit karena tidak menjaga kesehatannya.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

Rumah Sakit "Bandel" Bisa Diputus Kontrak oleh BPJS Kesehatan

"Sanksi itu diberikan kepada rumah sakit yang tidak berkomitmen terhadap kontrak kerja."

KESEHATAN | 21 Maret 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS