BPOM Jatuhkan Sanksi kepada PT Kalbe Farma
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kasus Obat Bius Buvanest Spinal

BPOM Jatuhkan Sanksi kepada PT Kalbe Farma

Senin, 23 Maret 2015 | 11:48 WIB
Oleh : Herman / AB

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginstruksikan kepada PT Kalbe Farma untuk menghentikan pendistribusian produk Buvanest Spinal dan Asam traneksamat, serta menarik produk tersebut yang sudah telanjur beredar di pasaran. Sanksi ini dijatuhkan BPOM menyusul kasus meninggalnya dua pasien di RS Siloam Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, setelah menggunakan obat bius Buvanest Spinal yang kandungannya tidak sesuai label.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan BPOM, ampul Buvanest yang seharusnya berisi Bupivacaine untuk obat bius ternyata berisi Asam traneksamat yang merupakan obat untuk mengatasi perdarahan.

"Dari hasil inspeksi yang dilakukan pada 18 Maret 2015, kami menginstruksikan kepada PT Kalbe Farma agar melakukan langkah-langkah untuk menghilangkan potensi risiko peredaran produk yang diproduksi di line 6. Kami juga meminta PT Kalbe Farma untuk menghentikan pendistribusian produk yang diproduksi di line 6 dan menarik produk yang sudah telanjur beredar," kata Kepala BPOM Roy Sparringa di gedung Kemkes di Jakarta, Senin (23/3).

Pada 17 Februari 2015, BPOM sebetulnya juga telah membekukan nomor izin edar Buvanest Spinal dan menyegel ruang produksi serta seluruh produk yang diproduksi di line 6. Selain Buvanest Spinal dan Asam traneksamat, masih ada 26 jenis obat yang diproduksi di line tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan dalam kasus tersebut RS Siloam telah melakukan penanganan sesuai prosedur, baik standard operation procedure (SOP) penanganan obat maupun pelayanan pasien.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Survei: 30% Remaja NTT Lakukan Hubungan Seks Pranikah

NTT menderita 581 kasus HIV/AIDS.

KESEHATAN | 23 Maret 2015

‎Bayi Penderita Atresia Bilier Meninggal, Rieke Minta Maaf

Penderita atresia Bilier membutuhkan biaya Rp 15 juta sekali screening.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Manfaat di Balik Sayuran Berwarna Ungu

Sayuran berwarna ungu memiliki kandungan antioksidan tertinggi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Kurangi Komplikasi Diabetes dengan Strawberry

Strawberry juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan beberapa kanker tertentu.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Studi: Lari Pagi Bisa Menunda Penuaan

Segala penyakit kardiovaskular pun bisa dilawan hanya dengan berlari pagi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Suplemen Vitamin Tak Selalu Aman Dikonsumsi

"Beberapa penyakit berinteraksi dengan vitamin dan mineral, yang mungkin berpengaruh pada obat yang sedang dikonsumsi,".

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hati-hati Makan Bayam

Bayam dapat mengganggu fungsi tiroid.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hampir Separuh Balita di Indonesia Kekurangan Vitamin D

Ia mengatakan kasus internasional juga menunjukkan vitamin D sebagai salah satu zat gizi yang mempengaruhi kualitas pertumbuhan anak-anak.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Sarihusada Raih "CSR Leadership Award" 2015

Sarihusada memenangkan Gold Award untuk kategori CSR Leadership.

KESEHATAN | 21 Maret 2015

Waspada, Anggap Enteng Hipokalemia Bisa Berakibat Fatal

Penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal bagi yang menderitanya dan bahkan akan menyebabkan terjadinya kematian.

KESEHATAN | 21 Maret 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS