Antisipasi Masalah Hukum, BPJS Kesehatan Gandeng Kejati Jabar
Logo BeritaSatu

Antisipasi Masalah Hukum, BPJS Kesehatan Gandeng Kejati Jabar

Senin, 23 Maret 2015 | 18:48 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Bandung - Untuk mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan hukum yang mungkin saja terjadi dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Penandatanganan nota kesepakatan bersama dilakukan Kepala BPJS Kesehatan Jawa Barat, Jenny Wihartini dengan Kepala Kejati Jabar, Feri Wibisono, dan disaksikan Direktur Hukum, Komunikasi, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Purnawarman Basundoro, di Bandung, Senin (23/3).

Purnawarman mengatakan, sebagai institusi penyelenggara jaminan sosial, permasalahan bisa saja timbul dari klien, mitra kerja, peserta, atau bahkan internal BPJS Kesehatan sendiri. Karena itu, diperlukan bantuan hukum dari pihak yang berkompeten.

Sebelumnya , BPJS Kesehatan juga sudah bekerjasama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) di wilayah Divisi Regional (Divri) Regional BPJS Kesehatan, meliputi Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi. Selain itu, kerjasama juga sudah dilakukan dengan Kejati Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Kerja sama ini untuk memberikan bantuan hukum kepada BPJS Kesehatan maupun pemahaman kepada badan usaha maupun masyarakat jangan sampai terjadi penyelewengan terhadap regulasi," kata Purnawarman.

Menurutnya, kesepakatan ini juga dimaksukan untuk mengoptimalkan peran dan tugas para pihak dalam menyelesaikan persoalan hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Ruang lingkup kesepakatan bersama tersebut, meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya, dalam rangka pemulihan dan penyelematan keuangan, kekayaaan, dan aset milik BPJS Kesehatan.

Di samping itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha, baik di dalam maupun luar pengadilan, sehingga BPJS Kesehatan dapat menjadi lembaga yang memiliki reputasi pemeritahan yang bersih.

Feri Wibisono mengatakan, pihaknya akan membentuk tim Liaison Officer (LO) atau petugas penghubung untuk membantu BPJS Kesehatan. Di tingkat kabupaten, kerjasama ini akan ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari).

"Pihak kejaksaan akan memberikan konsultasi, pendampingan, bantuan hukum dan tindakan hukum lainnya kepada BPJS Kesehatan. Termasuk fokus pada kepatuhan badan usaha untuk mendaftarkan karyawannya sebagai peserta dan membayar iuran,” kata Feri.

Tetapi, kata Feri, Kejati lebih fokus kepada pendampingan untuk mencegah jangan peserta maupun mitra BPJS Kesehatan melakukan pelanggaran yang mengarah kepada sanksi hukum.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPOM Jatuhkan Sanksi kepada PT Kalbe Farma

BPOM telah membekukan izin edar Buvanest Spinal.

KESEHATAN | 23 Maret 2015

Survei: 30% Remaja NTT Lakukan Hubungan Seks Pranikah

NTT menderita 581 kasus HIV/AIDS.

KESEHATAN | 23 Maret 2015

‎Bayi Penderita Atresia Bilier Meninggal, Rieke Minta Maaf

Penderita atresia Bilier membutuhkan biaya Rp 15 juta sekali screening.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Manfaat di Balik Sayuran Berwarna Ungu

Sayuran berwarna ungu memiliki kandungan antioksidan tertinggi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Kurangi Komplikasi Diabetes dengan Strawberry

Strawberry juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan beberapa kanker tertentu.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Studi: Lari Pagi Bisa Menunda Penuaan

Segala penyakit kardiovaskular pun bisa dilawan hanya dengan berlari pagi.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Suplemen Vitamin Tak Selalu Aman Dikonsumsi

"Beberapa penyakit berinteraksi dengan vitamin dan mineral, yang mungkin berpengaruh pada obat yang sedang dikonsumsi,".

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hati-hati Makan Bayam

Bayam dapat mengganggu fungsi tiroid.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Hampir Separuh Balita di Indonesia Kekurangan Vitamin D

Ia mengatakan kasus internasional juga menunjukkan vitamin D sebagai salah satu zat gizi yang mempengaruhi kualitas pertumbuhan anak-anak.

KESEHATAN | 22 Maret 2015

Sarihusada Raih "CSR Leadership Award" 2015

Sarihusada memenangkan Gold Award untuk kategori CSR Leadership.

KESEHATAN | 21 Maret 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS