Cetak Jejak Kaki Meriahkan "Hari Parkinson Sedunia" di Siloam Hospitals
Logo BeritaSatu

Cetak Jejak Kaki Meriahkan "Hari Parkinson Sedunia" di Siloam Hospitals

Sabtu, 11 April 2015 | 12:13 WIB
Oleh : Herman / FAB

Tangerang - Dalam peringatan Hari Parkinson Sedunia 2015, yang bertema "Langkah Besar, Harapan Besar", Siloam Hospitals Lippo Karawaci bersama Yayasan Peduli Parkinson Indonesia (YPPI) dan Roche menggelar acara seminar kesehatan dan kegiatan mencetak jejak kaki (food print) bersama.

Acara yang digelar di Siloam Hospital Lippo Village ini diikuti oleh penyandang parkinson beserta keluarganya, praktisi kesehatan dan masyarakat awam yang memiliki kepedulian terhadap parkinson.

"Kegiatan mencetak jejak kami bersama ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap penyandang parkinson. Kami juga berharap agar penyandang parkinson dan keluarga memahami pentingnya tetap mempertahankan keterampilan motorik dengan berbagai latihan, karena penyandang parkinson sering mengalami keterbatasan dalam mengontrol gerak," kata sekretaris YPPI, Rocksy Fransisca, Tangerang, Sabtu (11/4).

Seminar awam tentang parkinson, sebelumnya juga telah digelar YPPI di beberada daerah di Indonesia. Sampai saat ini kesadaran masyarakat terhadap gangguan neuro-degeneratif progresif tersebut memang masih sangat rendah.

"Banyak masyarakat awam yang belum memahami tentang parkinson. Akibatnya, banyak pasien penyakit ini yang terlambat ditangani," kata dokter spesialis saraf di Siloam Hospital Lippo Karawaci tersebut.

Rocksy menjelaskan, parkinson umumnya muncul dengan gejala utama, berupa gangguan gerakan yang disebabkan oleh berkurangnya dopamin atau zat yang membantu mengirimkan sinyal dalam sistem saraf di otak. Kondisi ini disebabkan oleh kematian sel substansia nigra atau otak tengah.

Beberapa gejala yang bisa dikenali seperti gemetar (tremor), kekauan sendi (rigiditas), melambatnya seluruh gerakan motorik (bradykinesia), hingga ketidakseimbangan postur tubuh. "Bila tidak ditangani dengan tepat, gejala-gejala tersebut biasanya akan memburuk secara bertahap dari waktu ke waktu," tandasnya.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penyakit Saraf Kejepit Serang Usia 30-50 Tahun

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk pencegahan adalah dengan mengontrol berat badan.

KESEHATAN | 11 April 2015

Kenali 6 Gejala Infeksi Saluran Kemih

Urine bisa berubah keruh, karena kehadiran bakteri.

KESEHATAN | 11 April 2015

WHO: Risiko Ebola Menurun Tapi Tetap Ada

Komite darurat WHO merekomendasikan bahwa beberapa pembatasan perjalanan sementara harus tetap diterapkan.

KESEHATAN | 11 April 2015

Masyarakat Diminta Cek Informasi Kesehatan dari Medsos

"Isu kesehatan melalui media sosial memang mudah didapat, tetapi banyak yang tidak benar."

KESEHATAN | 10 April 2015

6 Manfaat Rutin Konsumsi Oatmeal

Oatmeal memiliki banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

KESEHATAN | 10 April 2015

Perki Dorong Terbentuknya "Kota Ramah Jantung"

Perki mendorong adanya gerakan bersama melakukan pelayanan serangan jantung yang cepat dan berkualitas.

KESEHATAN | 10 April 2015

ASMIHA: Penyakit Jantung Ancam Keberlangsungan JKN

Sepanjang tahun 2014, penyakit jantung telah menyedot 26 persen anggaran JKN.

KESEHATAN | 10 April 2015

Studi: Bertubuh Pendek Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Tinggi badan dinilai hanya penanda untuk beberapa masalah lain yang menyebabkan sakit jantung.

KESEHATAN | 10 April 2015

Masa Menopause, Risiko Jantung Koroner pada Perempuan Lebih Besar

Pada pria gejala yang bisa dikenali seperti nyeri dada, sementara pada perempuan gejalanya tidak spesifik dan sering dianggap sebagai keluhan fisik biasa.

KESEHATAN | 10 April 2015

Jurus Jitu Menjaga Kesehatan Saluran Cerna

Jika organ pencernaan bermasalah, maka penyerapan nutrisi akan tidak maksimal.

KESEHATAN | 10 April 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS