Sakit Tenggorokan Tak Selalu Berarti Radang

Sakit Tenggorokan Tak Selalu Berarti Radang
Ilustrasi radang tenggorokan. (Foto: Istimewa)
Nessy Febrinastri / FAB Senin, 20 April 2015 | 16:00 WIB

Pernah mengalami sakit pada tenggorokan? Pada masyarakat kebanyakan, biasanya hal itu disimpulkan sebagai radang tenggorokan.

Necrophorum fusobacterium (F necrophorum) merupakan salah satu jenis bakteri penyebab radang tenggorokan pada orang dewasa muda. Menurut peneliti, jenis bakteri yang satu ini berpotensi mematikan, karena bisa menghalangi jalan napas.

"Tampaknya seperti radang, tetapi sebenarnya bukan radang," kata salah seorang peneliti University of Alabama School of Medicine di Birmingham, Inggris, Dr Robert Centor.

Menurut Centor, kebanyakan sakit tenggorokan biasa akan sembuh tanpa pengobatan. Tapi antibiotik harus diresepkan, ketika seorang pasien menderita sakit tenggorokan dengan demam, kesulitan menelan, dan amandel bengkak.

Dalam penelitian, radang tenggorokan pada 20 persen anak muda berusia 15 – 30 tahun disebabkan oleh F necrophorum, dan sisanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A.

"Komplikasi yang paling serius dari bakteri ini adalah penyakit yang disebut sindrom Lemierre. Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi serius pada paru-paru, hati, otak dan tulang," kata Centor.

Untungnya, sindrom Lemierre sangat jarang terjadi.

Para peneliti menyatakan belum tahu mengapa infeksi jenis ini terbatas pada kelompok usia muda atau bagaimana bakteri ini bisa menyebar.

Tidak seperti radang tenggorokan biasa, infeksi F necrophorum tidak dapat didiagnosis dengan tes cepat, karena bakteri ini tidak tumbuh di udara. Tapi ketika sudah diketahui, infeksi F necrophorum mudah untuk diobati dengan penisilin.

Sementara itu, Dr Jeffrey Linder, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School, menekankan bahwa sakit tenggorokan yang serius harus diobati dengan antibiotik.

Kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dan antibiotik hanya bekerja melawan infeksi bakteri.

Namun, Linder sepakat bahwa sakit tenggorokan yang serius tidak boleh diabaikan. Pasien harus ke dokter, jika tenggorokan mereka tidak menjadi lebih baik setelah empat atau lima hari.

Sumber: Health 24