Pendewasaan Usia Kawin Bentuk Perlindungan Anak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Pendewasaan Usia Kawin Bentuk Perlindungan Anak

Jumat, 19 Juni 2015 | 20:25 WIB
Oleh : Dina Manafe / HS

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak permohonan sejumlah masyarakat untuk menaikkan batas usia perkawinan dari 16 tahun menjadi 18 tahun. Padahal, pendewasaan usia kawin ini merupakan salah satu bentuk perlindungan pada anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohanna Yembise mengatakan, konsekuensi perkawinan usia anak terhadap faktor kesehatan, reproduksi, dan pendidikan menjadi alasan yang mendasari usia tersebut sebagai batas kategori status anak.

Perkawinan usia anak, kata Yohanna, menimbulkan berbagai dampak. Dari sisi kesehatan, merujuk penelitian oleh UNICEF, perempuan yang melahirkan pada usia 10-14 tahun beresiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun bersalin dibandingkan dengan kelompok usia 20 – 24 tahun. Resiko ini bahkan meningkat dua kali lipat pada usia 15 – 19 tahun.

Dari segi psikologis, perkawinan pada usia anak dapat mengganggu kesehatan jiwa pada saat dihadapkan pada urusan rumah tangga. Ini dikarenakan anak belum siap memikul tanggung jawab mengurus rumah tangga, khususnya pekerjaan domestik yang belum selayaknya dikerjakan oleh anak.

Secara sosial, perkawinan pada usia anak akan menghilangkan masa untuk mengembangkan kehidupan sosialnya, kehilangan waktu bermain dan momentum untuk menikmati masa kanak-kanak. Dilihat dari sisi tumbuh kembang, anak perempuan di bawah usia 18 tahun masih belum memiliki kesiapan mental untuk menjadi ibu, sehingga bisa berisiko kematian ibu
dan bayi ketika melahirkan.

“Perkawinan anak dengan kehamilan dini berisiko tinggi terhadap janin yang dikandungnya, seperti hasil penelitian PSKK UGM yang menyebutkan bahwa 14 persen bayi yang lahir dari ibu berusia remaja di bawah 17 tahun adalah prematur,” kata Yohanna di Jakarta, Jumat (19/6).

Di sisi lain, kata Yohanna, Indonesia memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk memberikan jaminan perlindungan kepada anak melalui kerangka regulasi dan kebijakan, baik nasional maupun internasional. Regulasi tersebut, yakni UU 23/2002 yang telah diubah menjadi UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak di tingkat nasional, dan pada tingkat internasional ada The Convention on the Rights of the Child atau Konvensi Hak Anak.

Sebelumnya, dalam sidang MK, Kamis (18/6), hakim konstitusi memutuskan menolak permohonan uji materi UU 1/1974 tentang Perkawinan, khusus Pasal 7 ayat (1) dan (2) yang mengatur soal batas usia perkawinan. MK menilai dalil permohonan tidak beralasan.

Uji materi Pasal 7 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan ini diajukan Koalisi 18 yang terdiri dari Indri Oktaviani, FR Yohana Tantiana W, Dini Anitasari, Sa’baniah, Hidayatut Thoyyibah, Ramadhaniati, dan Yayasan Pemantau Hak Anak (YPHA). Aturan ini dinilai bertentangan dengan UUD 1945.

Sumber: suara pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

MK Tolak Pendewasaan Usia Kawin, Menteri Yohana Kecewa

MK tidak mendukung penyiapan generasi penerus bangsa yang andal.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Kenali Penyebab Sakit Kepala pada Anak

Sakit kepala disebabkan oleh perubahan kimia, saraf, atau pembuluh darah di daerah tersebut.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Dubes: Pariwisata Korea Selatan Aman dari MERS

"Situasi di Korea saat ini bukan dalam tahap darurat," ujar Cho.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Angka Kematian Ibu di NTT Menurun Drastis

Tingkat kematian ibu di NTT pada 2008 tergolong tinggi di Indonesia yaitu mencapai 330 orang, namun pada 2014 turun menjadi 159 orang per 1.000 kelahiran.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Pakar: 70% Perokok Indonesia adalah Remaja

"Konsumsi pada remaja dan rakyat miskin akan terasa langsung dampaknya setelah 20 tahun kecanduan rokok," kata Hasbullah.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

BPOM Makassar Temukan Makanan Kadaluarsa di Supermarket

Pemilik supermarket diberi teguran keras.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

92% Pasien MERS CoV Meninggal karena Penyakit Kronik

MERS CoV pertama kali dilaporkan di Saudi Arabia pada Maret 2012.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Pentingnya Mengonsumsi Buah Saat Sahur

Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, karena membuat cepat lapar.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

"Suspect" MERS CoV, ABK Tiongkok Diisolasi di RSUD dr Soetomo

Suhu tubuhnya tinggi hingga 38-39 derajat Celcius.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Koma 258 Hari, Gadis Ini Bangun Setelah Dengar Lagu "Gangnam Style"

Ketika Liu menyanyikan lagu "Gangnam Style" yang merupakan lagu favorit Ying, dia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

KESEHATAN | 19 Juni 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS