Dua Balita di Bengkulu Diduga Alami Gizi Buruk
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Dua Balita di Bengkulu Diduga Alami Gizi Buruk

Sabtu, 20 Juni 2015 | 10:36 WIB
Oleh : Usmin / B1

Bengkulu - Dua balita di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terduga mengalami gizi buruk. Kedua balita ini telah ditangani Dinkes setempat.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu Herwan Antoni membenarkan hal tersebut. "Dari data di Dinkes Bengkulu, ada dua balita di daerah ini terindikasi mengalami gizi buruk," ujarnya, Sabtu (20/6), di Bengkulu.

Namun, Herwan tidak menjelaskan identitas kedua balita mengalami gizi buruk tersebut. "Yang jelas, dari hasil pemeriksaan medis kedua balita tersebut, positif mengalami gizi buruk dan kasus ini telah kita tangani dengan baik," ujarnya.

Ia mengatakan, balita terserang gizi buruk karena kurang mendapatkan asupan makanan bergizi, sehingga meski usianya bertambah, tapi berat badan tidak meningkat. Bahkan, kondisi fisiknya semakin kerdil.

Menurut dia, sejak beberapa tahun inikasus balita gizi di Kota Bengkulu terus menurun. Hal ini terjadi karena masyarakat sudah mulai paham soal gizi.

Hal ini terbukti sepanjang Januari-Juni 2015, hanya ditemukan dua kasus balita gizi buruk di Kota Bengkulu. Sedangkan tahun lalu ditemukan sekitar 8 balita mengalami gizi buruk di daerah ini.

Meski kasus balita gizi buruk di Kota Bengkulu, terus menurun, tapi Dinkes setempat tetap melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemberian asupan gizi tinggi kepada balita.

Hal ini dilakukan agar ke depan, Kota Bengkulu bebas dari kasus balita gizi buruk. "Jadi, kita terus menyosialisasikan pemberian gizi cukup kepada balita, sehingga akan terhindar dari penderita gizi buruk," ujarnya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Pastikan WN Tiongkok di RS Soetomo Negatif MERS-CoV

Pasien mengalami perbaikan klinis, tidak demam dan tidak sesak pada hari ketiga sejak mulai gejala.

NASIONAL | 19 Juni 2015

Pendewasaan Usia Kawin Bentuk Perlindungan Anak

Perkawinan pada usia anak dapat mengganggu kesehatan jiwa saat dihadapkan urusan rumah tangga.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

MK Tolak Pendewasaan Usia Kawin, Menteri Yohana Kecewa

MK tidak mendukung penyiapan generasi penerus bangsa yang andal.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Kenali Penyebab Sakit Kepala pada Anak

Sakit kepala disebabkan oleh perubahan kimia, saraf, atau pembuluh darah di daerah tersebut.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Dubes: Pariwisata Korea Selatan Aman dari MERS

"Situasi di Korea saat ini bukan dalam tahap darurat," ujar Cho.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Angka Kematian Ibu di NTT Menurun Drastis

Tingkat kematian ibu di NTT pada 2008 tergolong tinggi di Indonesia yaitu mencapai 330 orang, namun pada 2014 turun menjadi 159 orang per 1.000 kelahiran.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Pakar: 70% Perokok Indonesia adalah Remaja

"Konsumsi pada remaja dan rakyat miskin akan terasa langsung dampaknya setelah 20 tahun kecanduan rokok," kata Hasbullah.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

BPOM Makassar Temukan Makanan Kadaluarsa di Supermarket

Pemilik supermarket diberi teguran keras.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

92% Pasien MERS CoV Meninggal karena Penyakit Kronik

MERS CoV pertama kali dilaporkan di Saudi Arabia pada Maret 2012.

KESEHATAN | 19 Juni 2015

Pentingnya Mengonsumsi Buah Saat Sahur

Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, karena membuat cepat lapar.

KESEHATAN | 19 Juni 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS