PBNU: BPJS Kesehatan Sesuai Syariat Islam
Logo BeritaSatu

PBNU: BPJS Kesehatan Sesuai Syariat Islam

Kamis, 30 Juli 2015 | 19:43 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Jakarta - Forum bahtsul masail pramuktamar ke-33 NU yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pesantren Krapyak Yogyakarta pada 28 Maret 2015 lalu sepakat mendukung program jaminan kesehatan nasional yang ditangani Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Forum itu menyimpulkan konsep jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tidak bermasalah menurut syariat Islam.

Keputusan PBNU soal BPJS Kesehatan ini dikeluarkan jauh sebelum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang BPJS Kesehatan yang tak sesuai syariat pada Juni lalu dengan alasan ketidakjelasan akad, gharar, dan maisir, dan belakangan ini menghebohkan publik.

Forum yang diikuti para kiai dari pelbagai daerah di Indonesia ini menetapkan bahwa BPJS sudah sesuai dengan syariat Islam. Mereka memandang akad yang digunakan BPJS Kesehatan sebagai akad ta’awun. Ketika disodorkan pertanyaan apakah mengandung riba, mereka menjawab bahwa akad BPJS tidak mengandung riba.

Keputusan itu diambil setelah para kiai berdiskusi langsung dengan Kepala Grup MKPR dr Andi Afdal Abdullah terkait pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS. Kepada dr Andi Afdal, para kiai mengajukan pelbagai pertanyaan, seperti konsep iuran, penggunaan, besaran iuran, siapa pengguna BPJS, siapa yang dibebaskan dari iuran, dan pertanyaan lainnya yang dibutuhkan dalam bahtsul masail. Dari diskusi itu mereka mendapatkan tashawwurul amri, deskripsi persoalan secara utuh. Hasil diskusi ini akan menjadi pedoman para kiai dalam memutuskan hukum BPJS.

Ketua LBM PWNU Yogyakarta KH Ahmad Muzammil kepada NU Online yang dikutip dari www.nu.or.id Kamis (30/7), mengatakan dahulu jaminan itu hukumnya fardhu kifayah, tetapi sekarang fardhu ain bagi orang mampu untuk membayar iuran jaminan bagi mereka yang lemah ketika diwajibkan pemerintah.

Konsep ta’awun yang diberlakukan BPJS, menurut Muzammil, masuk dalam bab jihad seperti disebutkan Fathul Mu’in yakni daf’u dhararin ma’shumin, sehingga di sini pemerintah diposisikan sebagai administrator bagi orang kaya untuk membantu mereka yang lemah.

“Kalau bicara halal-haram, BPJS sudah jelas halal. Tetapi harus dilihat apakah BJPS ini mengandung maslahat atau mafsadah? Kita tinggal memperbaiki saja mana kurangnya. Salah satu kekurangan BPJS pada layanan kesehatan WNI di luar negerim" katanya.

Dikatakan, hadirnya BPJS Kesehatan memiliki latar belakang panjang. Awalnya, masyarakat meminta layanan kesehatan gratis. Pemerintah kemudian memutar otak, lalu membentuk BPJS Kesehatan.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Suami Bisa Buat Produksi ASI Lancar

Cukup melakukan hal-hal sederhana seperti membantu menggendong bayi, menemani istrinya begadang ketika menyusui, atau memijat-mijat pundak istri.

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Proses IMD Harus Dilakukan Segera Setelah Bayi Lahir

Caranya dengan ditengkurapkan di dada ibu, sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi. Secara alamiah, nantinya bayi tersebut akan mencari puting susu ibunya.

KESEHATAN | 30 Juli 2015

3.373 Warga Riau Terserang Penyakit Akibat Asap

"Hingga saat ini, sudah 12.000 masker yang telah dibagikan secara gratis," kata Jon.

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Gharar, Maisir, Riba; Tiga Hal yang Buat BPJS Kesehatan Haram

Keputusan lembaga itu mengeluarkan fatwa haram atas BPJS Kesehatan adalah berdasarkan alasan yang kuat.

NASIONAL | 30 Juli 2015

Ilmuwan Berhasil Indentifikasi Protein Pencegah MERS

Pada kebanyakan tikus, virus menjadi tidak terdeteksi dalam waktu lima hari pengobatan.

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Presiden Bagi-bagi Kartu Sakti di Semarang

Presiden juga membagikan sembako.

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Cegah Rabies, 240.000 Anjing Bali Diberi Vaksin

"Hingga saat ini, dari 716 desa di Bali, kasus rabies sudah ditemukan di 145 desa,".

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Gara-gara Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Naik 10%

"Jumlah pasien yang berobat saat ini mencapai 1.677 orang dengan berbagai jenis penyakit,".

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Ada Perubahan Nama di Kartu BPJS Kesehatan

"Tidak ada bedanya, namun hanya tampilannya saja."

KESEHATAN | 30 Juli 2015

Bogem, Perih dalam Kenangan

Ada banyak hal yang membuat Juru Supit Bogem memiliki reputasi kuat hingga sekarang.

KESEHATAN | 30 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS