ReLEx Smile, Teknologi Terbaru untuk Memperbaiki Penglihatan

ReLEx Smile, Teknologi Terbaru untuk Memperbaiki Penglihatan
Metode Lasik. ( Foto: Investor Daily/Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Jumat, 18 September 2015 | 16:35 WIB

Jakata - Lasik, merupakan salah satu metode yang paling populer untuk memperbaiki penglihatan dengan proses dan masa pemulihan yang cepat. Namun, kini telah hadir ReLEx Smile yang merupakan teknologi terbaru dan generasi ketiga Lasik.

Dokter spesialis mata Ciputra SMG Eye Clinic, Dr Utami Noor Sya'baniyah SpM menjelaskan, Lasik merupakan salah satu metode yang paling populer untuk memperbaiki penglihatan dengan proses dan masa pemulihan yang cepat.

"Prosedurnya, menggunakan laser untuk mengoreksi bentuk kornea mata sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan rabun jauh (myopia), rabun dekat (hyperopia), dan astigmatisme (silindris)," ujar dr Utami di Jakarta, Jumat (18/9).

Menurut Utami, dari tahun ke tahun, Lasik mengalami perkembangan dalam hal pembuatan flap dari microkeratome (pisau Lasik/blade) ke era laser femtosecond (tanpa pisau Lasik/bladeless). ReLEx Skile merupakan generasi terbaru dari tindakan bedah refraktif dengan laser femtosecond tanpa membuat irisan (flapless). "Tindakan ini dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit," ungkap dia.

Layanan tersebut, papar dia, merupakan layanan Lasik dengan metode dan teknologi terkini untuk memperbaiki penglihatan dengan minimal invasive, pemulihan lebih cepat, minim efek samping, dan minim rasa nyeri. Hal tersebut karena prosedur bedah refraktif pada mata tanpa menggunakan pisau (bladeless), tanpa membuat irisan (flapless) untuk mengoreksi kelainan refraksi termasuk mata minus dan silindris.

Dr Utami menyebutkan, penderita mata minus dan silindris yang ideal untuk menjalani proses ReLEx Smile adalah mereka yang berusia 18 tahun ke atas, tidak mengalami perubahan resep kacamata signifikan selama 1 tahun terakhir, miopia hingga minus 10 atau astigmatisme hingga minus 5, tidak sedang hamil, tidak memiliki sejarah medis mata signifikan, tidak memiliki sejarah penyakit mata di keluarga. "Tindakan ini juga cocok bagi pecinta olahraga ekstrim," jelas dia.

ReLEx Smile, tambah dia, menggunakan mesin VisuMax dari Carl Zeiss. Mesin ini dapat membuat lenticule (jaringan kornea berbentuk lensa tipis) di kornea lapisan dalam dengan hanya membuat sayatan kecil 2 – 4 mm di permukaan kornea dalam waktu 30 detik. Berbeda dengan Lasik generasi sebelumnya yang memiliki sayatan kornea lebih besar hingga 20 mm dan membutuhkan waktu lebih lama.

"Secara umum, pasca operasi ReLEx Smile lebih aman dan nyaman karena sayatan kecil di permukaan kornea. Dengan ReLEx Smile waktu pemulihan menjadi lebih cepat, minim efek samping seperti mata kering, silau, dan nyeri,” tambah dr Utami.

Sementara itu, Direktur Ciputra Healthcare Veimeirawaty Kusnadi mengatakan layanan ReLEX Smile tersebut dihadirkan Ciputra SMG Eye Clinic (CSEC) dan menjadi pelayanan pertama di Jakarta. Dengan teknologi terkini dan tenaga profesional kompeten, diharapkan keberadaan Ciputra SMG Eye Clinic dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata khususnya tindakan bedah refraktif (Lasik dan ReLEx Smile) dan Katarak.

"Untuk tindakan ReLEX Smile, harga yng ditarwarkan saat ini adalah Rp 30 juta. Hal tersebut agar dapat banyak menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tutup Veimeirawaty.

Sumber: Investor Daily