Indonesia Buyers Club (1),

Kelompok Pasien Hepatitis C Impor Sendiri Obat dari India

Kelompok Pasien Hepatitis C Impor Sendiri Obat dari India
Ilustrasi hepatitis C ( Foto: Ist / Ist )
Abdul Muslim / MUS Selasa, 22 Desember 2015 | 15:28 WIB

Seorang anak muda berjalan perlahan melintasi Bea dan Cukai Airport Soekarno Hatta pada Minggu (19/12) larut malam. Di kopernya yang penuh, dia membawa 36 botol obat hepatitis C dari India yang diperuntukkan guna menyembuhkan pasien hepatitis C yang menitip obat kepada organisasinya.

Ketika petugas Bea dan Cukai memintanya untuk terus keluar tanpa mengecek barang bawaannya, dia baru bisa menarik nafas dengan lega. Pasalnya, obat tersebut bisa menyelamatkan banyak nyawa pasien hepatitis C yang sangat membutuhkannya.

Begitulah sekilas aktivitas yang dilakukan oleh Aditya Wardhana, direktur eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC) dan juru bicara Koalisi Obat Murah (KOM). Sejak lima bulan yang lalu, KOM memfasilitasi pembelian obat hepatitis C dari India. Secara regular, KOM melakukan pengiriman obat hepatitis C dari India dan langsung diberikan kepada pasien yang membutuhkannya.

Terinspirasi dari film Dallas Buyers Club, Indonesia Buyers Club (IBC) adalah sebuah inisiatif terbaru dari Koalisi Obat Murah guna mengisi gaps dari tidak adanya/langkanya obat Hepatitis C di Indonesia. Obat versi terbaru tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak penduduk Indonesia.

Saat ini, diperkirakan ada 2,5 juta penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis C dan membutuhkan obat-obatan itu agar bisa sembuh. Sayangnya, Pemerintah Indonesia terkesan lamban dalam menyikapinya, sehingga kelompok pasien memutuskan untuk mengambil langkah yang bagi beberapa pihak dipandang penuh risiko.

Mereka memasukkan obat hepatitis C langsung dari India ke Indonesia tanpa menggunakan izin yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Kami tidak menunggu pemerintah peka dengan persoalan ini. Semakin kami menunggu, ada banyak nyawa yang dipertaruhkan. Setiap tahun, ada lebih dari 10 ribu penduduk Indonesia yang mati karena hepatitis C,” kata Aditya, dalam keterangannya, Selasa (22/12).

Dia pun menambahkan, apa yang dilakukan oleh Indonesia Buyers Club (IBC) itu semestinya dianggap sebuah tamparan bagi pemerintah Indonesia. Sebab, pemerintah semestinya lebih sigap lagi dalam menyikapi persoalan penyakit hepatitis C di Indonesia.

Sumber: Investor Daily