Indonesia Buyers Club (2-Habis),

Pasien Hepatitis C pun Saling Membantu untuk Sembuh

Pasien Hepatitis C pun Saling Membantu untuk Sembuh
Ilustrasi hepatitis C ( Foto: Ist / Ist )
Abdul Muslim / MUS Selasa, 22 Desember 2015 | 15:34 WIB

Sejak berjalan empat bulan yang lalu, sudah ada 42 pasien hepatitis C yang menitip pembelian obat melalui IBC, yang mengimpor langsung dari India. Mayoritas pasien ketika melakukan tes pascapengobatan mendapati bahwa tingkat hepatitis C di tubuhnya dalam level tidak terdeteksi, setelah empat minggu mengkonsumsi obat dari India.

Obat yang diimpor oleh IBC guna keperluan pribadi itu merupakan obat-obatan generasi terbaru yang telah diakui oleh WHO sebagai sebuah obat yang menyembuhkan hepatitis C dengan efektifitas cukup tinggi.

Obat yang diimpor oleh IBS bernama Sofosbuvir, Ledipasvir, dan Daclastavir. Obat tersebut merupakan versi generik, sehingga harganya lebih terjangkau. Ketiga obat telah diakui mempunyai tingkat efektivitas tinggi dalam menyembuhkan penyakit hepatitis C. Sedangkan harganya jauh lebih murah dibandingkan obat-obatan yang saat ini tersedia di Indonesia.

Sementara itu, cara IBC bekerja dengan menyebarkan informasi melalui sebuah Facebook Page yang bernama Pengobatan Hepatitis C. Di groups facebook, IBS menyebarkan info terkait hepatitis C, sekaligus menjadi ruang berkomunikasi bagi pasien hepatitis C untuk menitip obat dari India.

Bila pasien yang ingin menitip obat, IBC meminta mereka menghubungi dokter yang telah bekerja sama guna mendapatkan tes-tes prapengobatan yang meliputi tes genotype, HCV RNA, dan fibroscan, termasuk resep dokter yang dibutuhkan.

Setelah itu, dokumen-dokumen dikirimkan melalui email ke sofosbuvir@iac.or.id dan kemudian pasien mentransfer uang ke IBC. Selanjutnya, IBC memesan obat langsung dari suplier di India. Dalam waktu tujuh hari kerja, obat akan dikirimkan sampai ke pasien.

Aditya pun menambahkan, “Apa yang kami lakukan ini tidak melanggar hukum yang ada di Indonesia karena kami mengimpor untuk keperluan pribadi. Selain itu, jika dipandang melanggar hukum pun, kami siap menghadapi konsekuensinya karena ini demi menyelamatkan nyawa sesama kami pasien Hepatitis C.”

Sumber: Investor Daily