Mike Mohede Meninggal akibat Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mike Mohede Meninggal akibat Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Senin, 1 Agustus 2016 | 19:47 WIB
Oleh : Dina Manafe / PCN

Jakarta- Penyanyi bersuara merdu Mike Mohede menghembuskan nafas terakhir di usia 32 tahun pada Minggu (31/7) malam. Pria bernama lengkap Michael Prabawa Mohede ini meninggal akibat serangan jantung.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Ismoyo Sunu, kematian mendadak tanpa didahului gejala atau keluhan yang khas, seperti yang dialami Mike Mohede, biasanya karena dua masalah jantung, yaitu sindrom brugada (brugada syndrome) dan serangan jantung koroner.

Sindrom Brugada adalah ketidaknormalan sistem listrik jantung yang mengakibatkan gangguan irama jantung (aritmia), yang membahayakan jiwa. Penyakit ini biasanya karena genetik atau bawaan sejak lahir.

"Penyakit ini mengancam jiwa, karena datangnya tiba-tiba, tidak ada gejala, dan tanpa sadar meninggal. Biasanya karena genetik atau bawaan lahir,” kata Ismoyo kepada SP di Jakarta, Senin (1/8).

Ismoyo mengatakan, sebanyak 0-3 persen hingga 0,5 persen dari penduduk ASEAN menderita brugada sindrom tipe 1, dan 2,23 persen untuk tipe 2. Sedangkan di Indonesia belum ada data khusus. Laki-laki lebih berisiko 8 hingga 10 kali lipat dibanding wanita. Penyakit ini dikaitkan dengan hormon testoteron pada laki-laki. Semakin tinggi testoteronnya, semakin tinggi pula risiko meninggal akibat brugada sindrom. Mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat brugada sindrom juga berisiko tinggi.

"Penyakit brugada sindrom sudah ada sejak lahir, tetapi tidak menyebabkan kematian. Risiko meninggal makin tinggi seiring hormon testoteronnya juga tinggi. Mengapa kaitannya dengan testoteron, masih dalam penelitian," katanya.

Burgada sindrom bisa dideteksi sejak anak-anak, dan hanya dokter yang bisa melihatnya melalui pemeriksaan Elektrokardiogram atau EKG. Bila terdiagnosa brugada sindrom, pengobatannya dengan memasang alat Implantable Cardiac Defibrillator (ICD).

ICD adalah perangkat elektronik kecil yang dipasang di dalam dada untuk mencegah terjadinya kematian jantung mendadak. Cara kerja ICD mirip dengan alat pacu jantung. ICD mampu memantau dan akan memberikan shocks ke jantung apabila tiba-tiba berhenti, dan mengembalikan irama jantung ke kondisi normal. Ketika irama jantung terdeteksi dengan sangat cepat, kejutan listrik secara otomatis akan diberikan ke otot jantung sehingga kembali normal.

Gejala-gejala yang bisa dilihat, seperti pernah pingsan dan jantung berdebar. Tetapi umumnya pasien tidak mengetahui itu gejala brugada sindrom, sehingga tidak ditindaklanjuti. Bila pasien pernah tidak sadarkan diri dan jantung berdebar, maka layak untuk mendapatkan terapi ICD.

"Pasien termuda yang meninggal akibat brugada sindrom biasanya berusia 18-20 tahunan. Pemasangan ICD dimaksudkan untuk mencegah kematian dini," kata Ismoyo.

Selain brugada sindrom, serangan jantung koroner juga menyebabkan kematian mendadak pada usia muda. Serangan itu terjadi karena terjadi sumbatan pada pembuluh darah koroner. Penyakit ini menyerang usia lebih muda karena gaya hidup.

Di RS Jantung Harapan Kita, pasien berusia 30 tahun sudah menjalani operasi bypass, yaitu prosedur membuat rute baru bypass untuk aliran oksigen dari darah ke jantung. Ada pula pasien berusia lebih muda, yaitu 25 tahun, akibat radang pada pembuluh darah jantung.

Hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan, atau obesitas berisiko tinggi terjadinya serangan jantung. Ini dipicu oleh gaya hidup, seperti merokok, minuman alkohol, kelebihan gula dan garam, tidak berolahraga, stres, dan kurang istrahat. Pencegahannya dengan cara kenali dan kendalikan faktor risiko tersebut.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Waspadai Kartu Palsu

Masyarakat diminta menghindari pengurusan keanggotaan BPJS Kesehatan melalui pihak ketiga.

KESEHATAN | 31 Juli 2016

Mengenal Bahaya Kelainan Irama Jantung

Atrial Fibriliasis atau AF merupakan kelainan irama jantung. AF berisiko menjadi salah satu penyebab terjadinya stroke.

KESEHATAN | 31 Juli 2016

Siloam Hospitals Lippo Village Adakan Pemeriksaan EKG Gratis

Siloam Hospitals Lippo Village mengadakan pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) gratis bagi paling tidak kepada 350 orang.

KESEHATAN | 31 Juli 2016

Awasi Obat Palsu, BPOM Perlu Diperkuat

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengatakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan perlu diperkuat untuk mengawasi peredaran obat palsu.

NASIONAL | 29 Juli 2016

BPJS Depok dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kanker Rahim Gratis

BPJS Kesehatan mengadakan kegiatan pemeriksaan IVA dan pap smear gratis untuk kaum wanita.

KESEHATAN | 29 Juli 2016

Gelar Pemeriksaan Serviks se-Indonesia, BPJS Kesehatan Raih MURI

Kegiatan pemeriksaan IVA dan Papsmear dilaksanakan untuk mengetahui atau mendeteksi adanya kanker leher rahim atau kanker serviks.

KESEHATAN | 29 Juli 2016

NTT Urutan Kedua Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia Timur

Jumlah penduduk NTT saat ini, sekitar 4,9 juta jiwa dan terbanyak kedua di kawasan timur Indonesia, setelah Sulawesi Selatan.

KESEHATAN | 29 Juli 2016

Cegah Kartu Palsu, Tempat Pendaftaran BPJS Kesehatan Diperbanyak

Perlu dibentuk satuan tugas (satgas) penanganan kartu BPJS Kesehatan agar kasus pemalsuan kartu tidak terulang lagi ke depan.

KESEHATAN | 28 Juli 2016

Pemerintah Siapkan Penguatan Kewenangan Badan POM

Kemkes mulai membicarakan revisi sejumlah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) bersama BPOM.

KESEHATAN | 26 Juli 2016

Vaksin Palsu Dipicu Limbah Medis yang Serampangan

Masih ada kelemahan dalam proses pemusnahan limbah vaksin sisa, vaksin kadaluarsa, termasuk kemasannya.

KESEHATAN | 26 Juli 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS