Dampak Berkurangnya Asam Hialuronat bagi Kulit

Dampak Berkurangnya Asam Hialuronat bagi Kulit
Acara peluncuran Fillerina di Jakarta, Rabu 7 September 2016. ( Foto: Investor Daily/Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Kamis, 8 September 2016 | 00:57 WIB

Jakarta - Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah Asam Hialuronat pada kulit mengalami penurunan. Padahal, zat tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga kelembaban kulit. Lalu apa dampak dari berkurangnya zat tersebut?

Kepala Departemen Kulit dan Kelamin RSPAD Gatot Subroto dan Ketua Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia dr Abraham Arimuko SpKk MARS FINS DV FAADV mengatakan memasuki usia 30 tahun, kerutan di sekitar mata, hidung, mulut, leher dan garis ekspresi mulai tampak. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah Asam Hialuronat pada kulit sehingga timbul kerutan dan kulit menjadi kering.

"Biasanya, jumlah Asam Hialuronat berkurang mulai terjadi pada usia 20 tahun," ungkap dr Abraham di sela peluncuran Fillerina di Jakarta, Rabu (7/9).

Dr Abraham menambahkan Asam Hialuronat adalah suatu zat yang terdapat pada seluruh jaringan tubuh manusia dan berfungsi mengikat air. Asam Hialuronat merupakan kandungan terpenting di dalam produk anti penuaan. Hasil dari aplikasi Asam Hialuronat adalah sebagai jaringan pengisi lunak untuk mengatasi lipatan dan kerutan di wajah. Semakin tinggi tingkat Asam Hialuronat, kulit akan semakin lemban.

"Tapi jika berkurang, kulit akan kering dan akhirnya menimbulkan masalah pada kulit, seperti kerutan di wajah," kata Dr Abraham.

Menurut dr Abraham, untuk mengganti jumlah Asam Hialuronat yang berkurang hanya didapatkan dari luar. Namun, tidak bisa didapatkan dari makanan, baik buah ataupun sayuran. Zat tersebut hanya bisa didapatkan dari buatan pabrikan yang dibuat dari sintetis. "Biasanya, Asam Hialuronat diaplikasikan melalui cara konvensional, yaitu topikal krim dan injeksi," papar Dr Abraham.

Sementara itu, Business Unit Manager Fillerina Combiphar dr Hari P Widodo menjelaskan selama ini banyak krim dan serum yang mengandung Asam Hialuronat. Namun, kebanyakan dari produk tersebut tidak terserap dengan baik. Hal itu karena molekul dari zat tersebut yang tidak mudah terserap.

"Sedangkan, dengan suntik atau injeksi biasanya akan membuat sakit pada kulit," tambahnya.

Untuk itu, CEO Combiphar Michael awanandi menjelaskan pihaknya menghadirkan sebuah inovasi baru non injeksi dermo-kosmetik filler pertama di Indonesia yang efektif mengurangi kerutan tanpa rasa sakit. Selain itu, mudah diaplikasikan di rumah dan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai kosmetika dengan manfaat efek filler, yaitu Fillerina.

"Produk ini berbeda dengan lainnya, karena mudah diserap dilapaisan kulit dan aman karena diakui BPOM," ujar Michael.



Sumber: Investor Daily