Menkes Harap RS Cicendo Kurangi Kebutaan di Jabar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Menkes Harap RS Cicendo Kurangi Kebutaan di Jabar

Minggu, 5 Februari 2017 | 16:12 WIB
Oleh : WBP

Bandung-Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek berharap keberadaan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit (RS) Mata Cicendo Bandung yang saat ini berusia 108 tahun bisa mengurangi angka kebutaan di Jawa Barat (Jabar) .

"Pada usianya yang satu abad lebih ini, kami berharap Rumah Sakit Mata Cicendo ini bisa menurunkan angka kebutaan di Jawa Barat, yang jumlah total penduduknya adalah 20 persen penduduk Indonesia," kata Nila F Moeloek di Bandung, Minggu (5/2).

Menurut Menkes, kehadiran Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat serta menjadi katalis pembangunan kesehatan Jawa Barat.

Ia menuturkan, penyakit katarak ditengarai menjadi penyebab sebagian besar gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia, termasuk di Indonesia.

Survei kebutaan di Indonesia oleh International Center of Eye Health (ICEH) dan direkomendasikan WHO melalui metode Rapid Assasment of Avoidable Cataract (RAAB), memberikan gambaran situasi aktual dan data akurat prevalensi kebutaan serta gangguan penglihatan.

Menurut dia, survei yang dilakukan di 15 provinsi Indonesia pada populasi usia lebih di atas 50 tahun, mendapatkan angka prevalensi kebutaan tertinggi sebesar 4,4, persen (Jawa Timur) dan terendah sebesar 1,4 persen (Sumatera Barat). Dari total itu, sebanyak 64-95 persen disebabkan katarak. "Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara tropis yang mendapatkan pancaran sinar ultraviolet (UV) lebih banyak sehingga memengaruhi daya tangkap mata," kata Menkes.

Pada momentum HUT Ke-108 Tahun Rumah Sakit Mata Cicendo, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama melakukan penanggulangan gangguan kesehatan penglihatan dan kebutaan di Indonesia.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, memasuki usia 108 tahun ini, Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo Bandung, diharapkan akan memberikan pelayanan kesehatan mata lebih berkualitas kepada masyarakat.

Aher mengatakan kesehatan indera penglihatan merupakan syarat penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam meningkatkan kehidupan masyarakat, dalam kerangka mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, produktif, maju, mandiri, dan sejahtera lahir batin.

Pada tahun 2000, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program Vision 2020: The Right to Sight, yang merupakan aksi global yang dicanangkan oleh World Health Organization (WHO). "Dengan pencanangan Vision 2020 tersebut berarti pemerintah bertanggung jawab memberikan hak bagi setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan penglihatan yang optimal pada tahun 2020 dengan salah satu indikatornya menurunnya angka kebutaan nasional," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan Program Vision 2020 merupakan gerakan inisiatif global yang bertujuan untuk mengeliminasi berbagai penyakit kebutaan yang seharusnya dapat dihilangkan atau dicegah, dan lazim disebut dengan avoidable blindness.

"Adapun penyakit kebutaan yang dapat dihindari, yaitu katarak, trakom, onkosersiasis, kebutaan pada anak, kelainan tajam penglihatan, low vision, glaukoma, retinopati diabetika, dan age-related macular degeneration (ARMD)," kata dia.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Kebutaan, Menkes Optimalkan Kampanye "Pupil Putih"

Menurut Menkes, white pupil merupakan tanda bahaya yang dapat mengancam penglihatan.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Mengobarkan Semangat untuk Sembuh dari Kanker

Perhatian masyarakat kepada para penderita kanker, terutama anak-anak, masih minim.

KESEHATAN | 4 Februari 2017

Pemerintah Wajibkan Dokter Spesialis Bertugas di Daerah

Program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah tanggal 12 Januari 2017.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Kanker Serviks Bisa Dicegah dan Disembuhkan

Kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang penyebabnya pasti, infeksi virus HPV.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Kanker Serviks Bukan Akhir Dunia

Kanker serviks memang menjadi kanker paling banyak kedua yang menyerang perempuan Indonesia setelah kanker payudara.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Lentera Anak Minta Iklan Rokok Dilarang Total

Lentera Anak mendesak pemerintah segera melarang iklan, promosi dan sponsor rokok secara menyeluruh.

KESEHATAN | 2 Februari 2017

MSG Dapat Menggantikan Peran Garam

Menggantikan garam dengan MSG pada sup bisa memberikan kontribusi besar untuk kesehatan manusia.

KESEHATAN | 1 Februari 2017

Kemkes Siapkan Layanan Kanker dan Jantung Tingkat Regional

Untuk mengurangi antrean pelayanan kesehatan yang masih terbatas sarananya.

KESEHATAN | 1 Februari 2017

20% Orang Tinggi Berpenghasilan Lebih Besar

Tinggi badan seseorang ternyata mempengaruhi penghasilan seseorang

KESEHATAN | 31 Januari 2017

Kemkes Sebut 14 Provinsi Belum Eliminasi Kusta

Kusta belum berhasil dieliminasi di Indonesia, karena dipengaruhi banyak faktor.

KESEHATAN | 27 Januari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS