Pasien Kanker Masih Banyak Berobat Keluar Negeri
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 524.475 (-7.99)   |   COMPOSITE 6109.17 (-129.78)   |   DBX 1194.89 (-11.73)   |   I-GRADE 181.466 (-4.58)   |   IDX30 517.087 (-11.81)   |   IDX80 138.626 (-3.62)   |   IDXBUMN20 407.246 (-17.39)   |   IDXESGL 143.602 (-3.12)   |   IDXG30 142.274 (-3.48)   |   IDXHIDIV20 456.023 (-11.92)   |   IDXQ30 148.355 (-3.37)   |   IDXSMC-COM 276.257 (-7.75)   |   IDXSMC-LIQ 347.018 (-13.99)   |   IDXV30 137.723 (-3.73)   |   INFOBANK15 1047.79 (-12.16)   |   Investor33 444.391 (-8.03)   |   ISSI 179.418 (-4.68)   |   JII 631.935 (-18.62)   |   JII70 220.815 (-6.52)   |   KOMPAS100 1231.17 (-28.43)   |   LQ45 963.139 (-22.62)   |   MBX 1681.26 (-38.74)   |   MNC36 327.223 (-6.39)   |   PEFINDO25 325.051 (-6.97)   |   SMInfra18 313.073 (-11.44)   |   SRI-KEHATI 379.382 (-6.25)   |  

Pasien Kanker Masih Banyak Berobat Keluar Negeri

Rabu, 8 Februari 2017 | 17:32 WIB
Oleh : Indah Handayani / YUD

Jakarta - Saat ini perkembangan teknologi kedokteran di Indonesia tidak kalah dengan diluar negeri, terutama dalam penanganan pasien kanker. Namun, sayangnya banyak dari para pasien kanker masih banyak yang memilih berobat keluar negeri.

Direktur Utama RS Husada Dr Erniody SpAn KIC MKes mengatakan seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia, angka pendetita berbagai penyakit, termasuk kanker, semakin bertambah. Sayangnya, banyak pasien kanker tersebut yang masih memilih untuk berobat di luar negeri. Terutama bagi mereka yang berasal dari kelas menengah atas. Hal itu dikarenakan mereka merasa fasilitas dan pelayanan yang diberikan masih kurang memadai.

Bahkan, mereka juga masih menganggap dan belum percaya akan teknologi kedokteran yang miliki rumah sakit di Indonesia tidak kalah canggihnya dengan yang ada di luar negeri.

"Hal itu pusat pelayanan dan pengobatan pasien kanker di Indonesia masih sedikit. Sehingga kerap merasa tidak tertangani dengan baik. Alhasil, mereka memilih untuk keluar negeri," ungkap Dr Erniody di sela perayaan 92 tahun RS Husada di Jakarta, Rabu (8/2).

Menjawab kebutuhan dan tuntutan tersebut, lanjut dia, saat ini banyak rumah sakit yang mulai menyediakan fasilitas pelayanan khusus untuk pasien kanker. Termasuk, RS Husada yang berencana akan membuka pelayanan khusus pasien kanker pada 3-6 bulan mendatang berstandar internasional. Dengan fasilitas khusus yang canggih dan terbaru. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah bersiap dengan menghadirkan dokter-dokter muda yang profesional dan kompeten di bidangnya.

"Pelayanan palliative care juga akan dihadirkan untuk para pasien kanker," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, dalam membantu proses pengobatan pasien janker pihaknya juga membangun pusat pelayanan khusus tersebut ditengah kebun yang memiliki pohon rindang dan terdapat beberapa jenis burung di dalamnya. Hal tersebut memberikan kenyamanan kepada pasien yang membuatnya terasa seperti di rumah. "Rasa kenyamanan tersebut sangat dibutuhkan mereka dalam menjalani pengobatan," tutupnya.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kontrasepsi Hormonal Tingkatkan Risiko Kanker?

Mitos mengenai pengaruh antara kontrasepsi hormonal dengan peningkatan risiko kanker tidak seluruhnya benar.

KESEHATAN | 6 Februari 2017

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Gejala awal kanker pada payudara dirasakan sakit yang berkelanjutan atau hampir mirip dengan periode menstruasi.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Menkes Harap RS Cicendo Kurangi Kebutaan di Jabar

Katarak ditengarai menjadi penyebab sebagian besar gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia, termasuk Indonesia.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Cegah Kebutaan, Menkes Optimalkan Kampanye "Pupil Putih"

Menurut Menkes, white pupil merupakan tanda bahaya yang dapat mengancam penglihatan.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Mengobarkan Semangat untuk Sembuh dari Kanker

Perhatian masyarakat kepada para penderita kanker, terutama anak-anak, masih minim.

KESEHATAN | 4 Februari 2017

Pemerintah Wajibkan Dokter Spesialis Bertugas di Daerah

Program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah tanggal 12 Januari 2017.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Kanker Serviks Bisa Dicegah dan Disembuhkan

Kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang penyebabnya pasti, infeksi virus HPV.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Kanker Serviks Bukan Akhir Dunia

Kanker serviks memang menjadi kanker paling banyak kedua yang menyerang perempuan Indonesia setelah kanker payudara.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Lentera Anak Minta Iklan Rokok Dilarang Total

Lentera Anak mendesak pemerintah segera melarang iklan, promosi dan sponsor rokok secara menyeluruh.

KESEHATAN | 2 Februari 2017

MSG Dapat Menggantikan Peran Garam

Menggantikan garam dengan MSG pada sup bisa memberikan kontribusi besar untuk kesehatan manusia.

KESEHATAN | 1 Februari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS