Ratusan Pelajar di Medan Keracunan Makanan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Ratusan Pelajar di Medan Keracunan Makanan

Rabu, 8 Februari 2017 | 19:33 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / PCN

Medan- Sedikitnya 100 orang pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Binaan Provinsi Sumut, dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sufina Azis, Rumah Sakit Putri Hijau, dan Rumah Sakit Imelda, diduga akibat keracunan makanan.

"Mereka mengalami mual-mual, kepala pusing, dan lemas. Kasus keracunan itu masih diselidiki," ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Barat, Victor Ziliwu saat membesuk para siswa di RSU Sufina Azis di Jl Karya Medan, Rabu (8/2).

Victor mengatakan, pihaknya masih mengorek keterangan dari para korban yang menjalani perawatan tersebut. Para korban mengaku mual dan muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang dimakan bersama di sekolah tersebut.

"Jumlah pelajar yang ikut makan bersama dari hidangan katering itu ada sekitar 350 orang. Yang mengalami keracunan makanan lebih dari seratus orang. Makanan itu dimasak pihak katering di lingkungan sekolah tersebut," katanya.

Menurutnya, sebagian dari pelajar yang keracunan makanan sudah kembali ke asrama setelah mendapatkan pengobatan dari pihak medis. Selebihnya, juga akan dipulangkan bila sudah dinyatakan sembuh.

Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan, Pocut Fatimah Fitri menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mencari tahu penyebab siswa keracunan makanan tersebut.

"Kita mengambil sampel makanan dan muntahan dari pelajar yang mengalami keracunan. Sampel itu akan diteliti di laboratorium. Sehingga, akan terungkap zat yang terkandung di makanan yang dikonsumsi itu," jelasnya.

Fikri Nur Pratama (15), siswa kelas X korban keracunan makanan, saat dirawat di ruang Al Haadi Rumah Sakit Sufina Azis Medan menyampaikan, hidangan makanan yang mereka makan berupa nasi dengan lauk ayam semur, sayur kol, dan tempe.

"Setelah menyantap makanan itu, saya bersama dengan teman-teman mengalami mual-mual dan muntah-muntah. Guru yang melihat langsung melarikan kami semua ke rumah sakit," ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa keracunan makanan itu baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, tidak ada kasus keracunan makanan di asrama tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pasien Kanker Masih Banyak Berobat Keluar Negeri

Saat ini banyak rumah sakit di dalam negeri yang mulai menyediakan fasilitas pelayanan khusus untuk pasien kanker

KESEHATAN | 8 Februari 2017

Kontrasepsi Hormonal Tingkatkan Risiko Kanker?

Mitos mengenai pengaruh antara kontrasepsi hormonal dengan peningkatan risiko kanker tidak seluruhnya benar.

KESEHATAN | 6 Februari 2017

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Gejala awal kanker pada payudara dirasakan sakit yang berkelanjutan atau hampir mirip dengan periode menstruasi.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Menkes Harap RS Cicendo Kurangi Kebutaan di Jabar

Katarak ditengarai menjadi penyebab sebagian besar gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia, termasuk Indonesia.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Cegah Kebutaan, Menkes Optimalkan Kampanye "Pupil Putih"

Menurut Menkes, white pupil merupakan tanda bahaya yang dapat mengancam penglihatan.

KESEHATAN | 5 Februari 2017

Mengobarkan Semangat untuk Sembuh dari Kanker

Perhatian masyarakat kepada para penderita kanker, terutama anak-anak, masih minim.

KESEHATAN | 4 Februari 2017

Pemerintah Wajibkan Dokter Spesialis Bertugas di Daerah

Program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah tanggal 12 Januari 2017.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Kanker Serviks Bisa Dicegah dan Disembuhkan

Kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang penyebabnya pasti, infeksi virus HPV.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Kanker Serviks Bukan Akhir Dunia

Kanker serviks memang menjadi kanker paling banyak kedua yang menyerang perempuan Indonesia setelah kanker payudara.

KESEHATAN | 3 Februari 2017

Lentera Anak Minta Iklan Rokok Dilarang Total

Lentera Anak mendesak pemerintah segera melarang iklan, promosi dan sponsor rokok secara menyeluruh.

KESEHATAN | 2 Februari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS