Simpan Darah Tali Pusat sebagai Investasi Biologis

Simpan Darah Tali Pusat sebagai Investasi Biologis
Ilustrasi Sel Punca ( Foto: parkinsonresearchfoundation )
Indah Handayani / FER Senin, 27 Februari 2017 | 16:23 WIB

Jakarta - Banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat darah tali pusat sebagai alternatif sumber sel punca yang sampai saat ini dapat digunakan dalam pengobatan lebih dari 85 jenis penyakit seperti Leukemia, Anemia Aplastik dan Thalasemia. Tak heran apaila peyimpanan darah dali pusat sangat penting dilakukan sebagai investasi biologis.

Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr Boy Abidin, SpOG (K), menjelaskan, selama kehamilan, sirkulasi nutrisi dari Ibu ke Janin terjadi melalui plasenta dan tali pusat, dimana setelah bayi di lahirkan tali pusat biasanya dikubur bahkan dibuang. Padahal tali pusat memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan dalam terapi berbagai penyakit.

"Oleh karena itu, darah tali pusat dan tali pusat bayi Anda perlu disimpan karena peneliti menemukan banyak manfaat yang tersimpan pada darah tali pusat sebagai alternatif sumber sel punca yang sampai saat ini dapat digunakan dalam pengobatan," kata dr Boy dalam keterangan pers yang diterima, Senin (27/2).

Menurut dr Boy, ada beberapa jenis sel punca yang bisa diperoleh dari darah dan tali pusat yang masing-masing memiliki kelebihan. Sel punca dari darah tali pusat disebut sel punca Hematopoetik yang digunakan untuk membantu terapi pengobatan kelainan darah seperti Leukemia, Anemia akibat kegagalan sumsum tulang dan Thalasemia.

"Sedangkan tali pusat mengandung sel punca Mesenkimal dan sel punca Epitelial yang saat ini sedang diteliti untuk membantu terapi pengobatan jaringan yang rusak seperti pada kasus diabetes, stroke dan gagal jantung," jelasnya.

Dr Boy menambahkan, tali pusat yang disimpan tidak dalam bentuk kering seperti yang mungkin masyarakat ketahui pada umumnya. Satu-satunya waktu yang tepat untuk menyimpan darah tali pusat dan tali pusat adalah ketika bayi dilahirkan, dimana darah tali pusatnya masih segar dan mengalir. Tidak hanya dapat digunakan oleh pemilik tali pusat, namun sel punca dari darah tali pusat dapat digunakan oleh Saudara kandung, Ayah, Ibu, Kakek dan Neneknya selama memiliki kecocokan HLA (Human Leucosyt Antigen).

"Pada saat itu jutaan sel punca pada darah tali pusat akan di masukkan ke tempat khusus oleh dokter dan nantinya akan di proses di laboratorium oleh bank penyimpanan darah tali pusat," jelasnya.

Sementara itu, Medical Advisor Cordlife, dr Meriana Virtin, mengatakan, sel punca darah tali pusat ini dapat dipakai oleh anggota keluarga dengan kemungkinan kecocokan sampai 40 persen.

"Darah tali pusat diproses dengan mesin Sepax 2 untuk mendapatkan sel punca sebanyak mungkin yang kemudian di simpan dalam tangki dengan nitrogen cair pada suhu -196 derajat celcius," jelas dr Meriana.

Menurut data, lanjut dia, sel punca darah tali pusat ini dapat tetap baik meskipun sudah disimpan berpuluh-puluh tahun.

"Data terakhir melaporkan bahwa sel punca darah tali pusat masih tetap dapat digunakan setelah disimpan selama 23 tahun lebih," ujar dr Meriana.

Dr Meriana menambahkan, penyimpanan darah tali pusat tidak boleh dianggap remeh. Bank penyimpanan darah tali pusat haruslah merupakan bank terpercaya dan memiliki ijin. Untuk memastikan darah tali pusat bayi yang disimpan aman untuk digunakan terapi pengobatan bila diperlukan.

"Kami sebagai bank penyimpanan darah tali pusat pertama di Indonesia sejak tahun 2003 telah mengantongi Izin Operasional dari Kementerian Kesehatan dan telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 keluarga di Asia," tambahnya.



Sumber: Investor Daily