Masyarakat Indonesia Mulai Terjangkit Penyakit Langka
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Masyarakat Indonesia Mulai Terjangkit Penyakit Langka

Senin, 16 April 2012 | 01:15 WIB
Oleh : FMB

Penyakit tersebut bernama miastenia gravis (MG) yang berhubungan dengan sitem kekebalan tubuh.

Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia mengungkap, fenomena gunung es bisa terjadi pada masyarakat dalam kemungkinan perkembangan penyakit langka terkait kekebalan tubuh yaitu miastenia gravis (MG) di Indonesia.

"Kami mengibaratkan hal itu karena yang terlihat di atasnya saja, dan penyakit itu datang secara tiba-tiba," kata Ketua YMGI, Eko M Walid, usai seminar bertema "Hidup Berkualitas dan Produktif dengan myasthenia gravis" di Jakarta, Minggu (15/4).

MG merupakan penyakit dimana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang organ-organ tubuh terutama pada sistem sambungan syaraf.

Di Indonesia sendiri, menurut perkiraan Eko, jumlah penderita MG yang terdaftar di Indonesia saat ini sebanyak 226 orang, namun diperkirakan jumlah penderitanya melebihi dari jumlah itu.

"Di Bandung, data yang kami peroleh baru sebanyak 35 orang, namun melalui pemeriksaan salah satu panitia jumlahnya cukup mencengangkan yakni melebihi 100 orang," ucap dia.

Pada seminar itu, ahli dari Departemen Psikiatri FKUI-RSCM, Natalia W Raharjanti, mengemukakan, MG ditandai kelemahan dan kelelahan cepat dari setiap otot yang digerakkan secara refleks.

"Penyebab MG adalah gangguan komunikasi normal syaraf dan otot. Pengobatan dapat membantu meringankan tanda dan gejala, seperti kelemahan otot lengan atau kaki, penglihatan ganda, kelopak mata terkulai, dan kesulitan berbicara, mengunyah, menelan dan bernapas," katanya.

Lebih lanjut, Raharjanti menyatakan, keterlambatan penanganan penyakit MG akan mengakibatkan krisis miastenia. Ditandai dengan kelemahan otot yang diperlukan untuk pernapasan sehingga dapat mengakibatkan kematian.

"Kasus ini dapat menyerang siapa saja, anak-anak, dewasa hingga usia lanjut. MG berkembang dari kelemahan ringan menjadi kelemahan berat, dari otot okular sampai pernafasan terutama dalam tiga tahun pertama," katanya.

Pada penderita MG, lanjut Natalia, sel antibodi tubuh atau kekebalan akan menyerang sambungan syaraf yang mengandung acetylcholine (ACh), yaitu neurotransmiter yang mengantarkan rangsangan dari syaraf satu ke syaraf lainnya.

Ia memaparkan, salah satu obat MG yakni corticosteroid dan immunosuppressant, kortikosteroid prednisone dan immunosupresant, bisa digunakan untuk menekan reaksi tidak normal sistem kekebalan karena MG.

Pada kasus yang berat, obat tersebut dapat diberikan dengan dosis awal yang tinggi, setiap hari, dengan memperhatikan efek samping yang mungkin ada. Hal ini untuk dapat segera memperoleh perbaikan klinis.

"Apabila sudah ada perbaikan klinis, maka dosis diturunkan secara perlahan-lahan dengan tujuan memperoleh dosis minimal yang efektif," katanya.

Anggota YMGI, Hana L Gunawan, mengatakan, penderita MG tidak boleh merasa terlalu sedih maupun senang.

Sumber: Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bocah Sukabumi Dinyatakan Sembuh dari Kecanduan Rokok

Pada tanggal 19 April nanti akan dilakukan serah terima Ilham dari Komnas Anak kepada Pemerintah Daerah Sukabumi.

KESEHATAN | 15 April 2012

Ilmuwan Inggris Ciptakan Gel Peningkat Kesuburan pada Lelaki

Gel ini meningkatkan kemampuan berenang sperma.

KESEHATAN | 15 April 2012

Manfaat Makanan Berwarna Ungu

Sayur dan buah berwarna ungu dikenal memiliki kandungan vitamin dan nutrisi yang tinggi.

KESEHATAN | 15 April 2012

Dua Obat Ini Memberi Efek Buruk Seksual

Propecia dan Proscar disinyalir mengakibatkan gangguan libido, ejakulasi, orgasme, disfungsi ereksi hingga kanker prostat.

KESEHATAN | 15 April 2012

5 Jenis Kelainan Makan Baru di Masyarakat Modern

Anoreksia dan bulimia adalah jenis eating disorder atau kelainan makan yang paling sering dibahas di antara jenis kelainan makan lainnya.

KESEHATAN | 14 April 2012

Putri Astrid Tinjau Penanganan Malaria di Lampung

Ia sangat tertarik pada kegiatan kesehatan ibu dan anak, penyebaran ikan pemakan jentik nyamuk, serta peran dokter kecil yang belum pernah dilihatnya di negara manapun.

KESEHATAN | 14 April 2012

Anggur Senjata Ampuh Melawan Obesitas

Piceatanmol yang terkandung di dalamnya mampu menghambat akumulasi sel lemak.

KESEHATAN | 14 April 2012

Tuna Tercemar Salmonella Telan 100 Korban di AS

Bakteri ini banyak ditemui pada tuna yang diolah menjadi sushi dan sashimi.

KESEHATAN | 14 April 2012

Kosmetik dan Plastik Tingkatkan Risiko Diabetes

Risikonya dua kali lipat.

KESEHATAN | 14 April 2012

Masih Hilang, 80 Pasien RSJ Aceh

Masih tetap dicari lewat informasi dari masyarakat.

KESEHATAN | 13 April 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS