Hindari Minuman Bergula Tinggi Selama Berpuasa

Hindari Minuman Bergula Tinggi Selama Berpuasa
Ilustrasi minuman untuk berbuka puasa. ( Foto: Investor Daily/Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Rabu, 24 Mei 2017 | 13:31 WIB

Jakarta - Sudah menjadi tradisi apabila berbuka puasa dengan yang manis. Salah satu yang paling khas dan selalu ada saat berbuka adalah minuman manis yang terbuat dari sirup. Namun, ternyata minuman bergula tinggi cenderung dapat meningkatkan kadar gula darah dan berkalori tinggi. Untuk itu, disarankan menghindari minuman bergula tinggi selama berpuasa.

Health and Nutrition Education Expert dari Nutrifood, Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC, mengatakan, selama puasa penting untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi, baik saat sahur dan berbuka. Makanan yang dikonsumsi saat sahur disarankan berupa karbohidrat komplek dan sumber serat yang akan membantu merasa kenyang lebih lama. Untuk berbuka puasa, masyarakat disarankan berbuka secara sehat, tidak kalap dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

"Sebagai salah satu tips, kita dapat menghindari minuman bergula tinggi, yang cenderung dapat meningkatkan kadar gula darah dan mengandung kalori tinggi," ungkap Aldis di Jakarta, Rabu (24/5).

Aldis mengatakan, adapun cara menyiasati dalam menghindari minuman bergula tinggi adalah dengan mencampurkan dengan potongan buah ataupun agar-agar. Hal itu agar mendaptkan manfaat serat dari buah maupun agar sehingga bisa lenyang lebih lama.

"Selain itu, bisa mengganti minuman berbuka dengan jus buah. Bisa juga mengganti sirupnya dengan yang rendah gula," ujar dia.

Terinspirasi dari hal itu, Brand Manager dari Tropicana Slim, Noviana Halim, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Bakerzin menghadirkan tiga kreasi minuman sehat. Ketiganya adalah, Passion Cooler, Orange Honey Splash, dan Fruit Fiesta yang menyegarkan, rendah gula, dan rendah kalori aehingga cocok untuk berbuka.

"Memanfaatkan momen Ramadan, kami sekaligus ingin mengedukasi masyarakat nahwa sebagai anjuran untuk berbuka puasa, kita dapat menikmati rasa manis lebih sehat," tutup dia.



Sumber: Investor Daily