Peneliti Jepang-AS Raih Hadiah Nobel Kedokteran untuk Terapi Kanker
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peneliti Jepang-AS Raih Hadiah Nobel Kedokteran untuk Terapi Kanker

Senin, 1 Oktober 2018 | 22:47 WIB
Oleh : Nurlis E Meuko / NEF

Stockholm - Dua ahli imunologi, James Allison dari AS dan Tasuku Honjo dari Jepang, memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran 2018 yang diumumkan di Stockholm, Swedia, Senin (1/10).

Penghargaan itu diberikan untuk penelitian mereka tentang bagaimana pertahanan alami tubuh dapat melawan kanker. Allison dan Honjo menemukan cara untuk membantu sistem kekebalan pasien mengatasi kanker lebih cepat.

Hasil penelitian mereka berbeda dengan pengobatan kanker yang lebih tradisional yang langsung menargetkan sel kanker, tetapi lebih mengarah pada perawatan yang menargetkan protein yang dibuat oleh beberapa sel sistem kekebalan yang bertindak sebagai "rem" pada pertahanan alami tubuh yang membunuh sel kanker.

Menurut majelis Nobel, terapi "kini telah merevolusi pengobatan kanker dan secara fundamental telah mengubah cara kita melihat bagaimana kanker dapat dikelola."

Pada 1995, Allison adalah salah satu dari dua ilmuwan untuk mengidentifikasi ligan CTLA-4 sebagai reseptor penghambatan pada T-sel.

T-sel adalah jenis sel darah putih yang memainkan peran sentral dalam kekebalan alami tubuh terhadap penyakit.

“Allison menyadari potensi "rem" dan dengan demikian melepaskan sel kekebalan tubuh kita untuk menyerang tumor," kata juri Nobel.

Sekitar waktu yang sama, Honjo menemukan protein pada sel kekebalan tubuh, ligan PD-1, dan akhirnya menyadari bahwa itu juga bekerja sebagai rem, tetapi bertindak berbeda.

Menulis di situs web pusat kankernya, Allison mengatakan "merasa terhormat dan dengan rendah hati menerima pengakuan bergengsi ini".

Antibodi terhadap PD-1 telah disetujui oleh Food and Drug Administration AS sebagai obat baru yang diteliti dan dikembangkan untuk pengobatan kanker.

Penelitian oleh tim Allison sementara itu mengarah pada pengembangan obat antibodi monoklonal, yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 2011 untuk pengobatan melanoma.

"Selama lebih dari 100 tahun, para ilmuwan berusaha melibatkan sistem kekebalan dalam perang melawan kanker. Sampai penemuan-penemuan seminal oleh kedua orang yang menerima Nobel itu, kemajuan dalam pengembangan klinis sangat sederhana," kata juri Nobel.

Duo peneliti ini akan berbagi jumlah hadiah Nobel dari sembilan juta kronor Swedia (sekitar $ 1,01 juta atau 870.000 euro).

Mereka akan menerima hadiah dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara resmi di Stockholm pada 10 Desember, tepat pada peringatan tahun kematian Alfred Nobel (1896). Kimiawan, insinyur, dan pebisnis asal Swedia yang menemukan dinamit ini, dalam surat wasiatnya memberikan hartanya untuk membuat Penghargaan Nobel.

Allison adalah seorang profesor di University of Texas, dan Honjo adalah guru besar di Universitas Kyoto. Pada 2014, dianugerahi Tang Prize --yang disebut-sebut sebagai Nobel versi Asia-- untuk penelitian mereka.

Sebelumnya, hadiah Nobel dianugerahkan untuk penemu metode pengobatan hormon untuk kanker prostat pada 1966, kemoterapi pada 1988 dan transplantasi sumsum tulang untuk leukemia pada 1990.

"Namun, kanker lanjut masih sangat sulit diobati, dan strategi terapi baru sangat dibutuhkan," kata Majelis Nobel.

Tahun lalu, ahli genetika AS Jeffrey Hall, Michael Rosbash dan Michael Young dianugerahi hadiah berkat penelitian mereka tentang peran gen dalam pengaturan "jam sirkadian" yang mengatur pola tidur dan makan, hormon dan suhu tubuh.

Para pemenang Nobel fisika tahun ini akan diumumkan pada Selasa, diikuti oleh kimia pada Rabu. Nobel perdamaian akan diumumkan pada Jumat, dan ekonomi akan membungkus musim Nobel pada Senin, 8 Oktober.

Untuk pertama kalinya sejak 1949, Akademi Swedia telah menunda pengumuman Hadiah Nobel Sastra 2018 hingga tahun depan, di tengah skandal #MeToo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

TAG: 

BERITA LAINNYA

Johnson & Johnson Sebut Dosis Kedua Vaksin Covid Beri Perlindungan 94%

Johnson & Johnson menyatakan dosis kedua vaksin Covid-19 yang diberikan sekitar dua bulan setelah dosis pertama dapat meningkatkan efektivitasnya jadi 94%

KESEHATAN | 22 September 2021

Siloam Hospitals Palangkaraya Bantu Warga Pedalaman Tumbeng Runen



Siloam Hospitals Palangkaraya menggelar aksi donor darah, donasi sembako serta pakaian layak pakai bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.

KESEHATAN | 22 September 2021

3 Langkah Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Gubernur DKI, Anies Baswedan membeberkan tiga langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Jakarta.

KESEHATAN | 22 September 2021

Satgas Covid-19: Penggunaan Masker Berlaku untuk Semua Level PPKM

Penggunaan masker berlaku untuk semua level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

KESEHATAN | 22 September 2021

Imunisasi Anak Penting Dilakukan Sesuai Jadwal, Ini Perinciannya

Siloam Hospitals Semarang mengingatkan para orang tua untuk melakukan imunisasi anak sesuai jadwal.

KESEHATAN | 22 September 2021

Kesembuhan Covid-19 Lebih Banyak 2.636 Dibanding Penambahan Positif

Angka kesembuhan di 34 provinsi se-Tanah Air mencapai 5.356 sementara penambahan kasus positif 2.720.

KESEHATAN | 22 September 2021

Jokowi Sebut Dua Kunci Pengendalian Covid-19

Presiden berharap, Vaksinasi Merdeka yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah provinsi di seluruh Tanah Air.

KESEHATAN | 22 September 2021

Update Covid-19: Kasus Aktif Turun di Bawah 50.000

Kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 49.662 pada hari ini, Rabu (22/9/2021).

KESEHATAN | 22 September 2021

Indonesia Kembali Kedatangan 684.900 Dosis Vaksin Astrazeneca

Pemerintah kembali menambah ketersediaan vaksin Covid-19 dengan menerima kedatangan vaksin tahap ke-73 sebanyak 684.900 dosis vaksin jadi Astrazeneca.

KESEHATAN | 22 September 2021

Pengendalian Asupan Garam Bantu Wujudkan Hidup Lebih Sehat

Penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa.

KESEHATAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings