Ini Tiga Penyebab Utama Kegagalan ASI Eksklusif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Tiga Penyebab Utama Kegagalan ASI Eksklusif

Rabu, 24 Oktober 2018 | 17:03 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang bayi, terutama pada masa emas 1.000 hari pertumbuhan seorang anak. Namun, dari 4.8 juta kelahiran di Indonesia setiap tahunnya, hanya 47 persen bayi yang menerima ASI eksklusif. Ternyata ada tiga hal yang menjadi penyebab kegagalan ASI ekslusif.

Norina Veronica selaku Product Mager Lactaboost, Norina Veronica, mengatakan, praktik pemberian makanan prelaktal yang diberikan kepada bayi sebelum proses menyusui untuk menghentikan tangis bayi, merupakan salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia.

"Selain itu, rendahnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI dan dukungan orang sekitar, mulai dari suami dan orang tua," ungkap Norina di sela acara peluncuran Lactoboost, di Jakarta, Rabu (24/10).

Konselor Laktasi, dr Ameetha Drupadi CIMI, menjelaskan, ibu menyusui, terutama bagi ibu baru, sering merasa tertekan pada empat atau lima hari setelah melahirkan karena permasalahan menyusui mulai muncul, misalnya ASI keluar dalam jumlah sedikit. Untuk itu, edukasi kepada Ibu untuk tidak cemas dan rajin memberikan rangsangan dengan cara mendekatkan buah hati kepada puting payudara.

"Serta asupan nutrisi yang cukup bagi Ibu agar proses menyusui berjalan lancar, merupakan cara yang dapat dilakukan untuk kesuksesan pemberian ASI," jelas dia.

Dr Ameetha menambahkan, makanan pada trimester terakhir kehamilan dan juga pasca melahirkan sangat penting perannya dalam memberikan si buah hati energi yang ia butuhkan. Untuk itu, sang Ibu sangat disarankan untuk tetap fokus mengonsumsi makanan sehat dan kaya akan kandungan nutrisi. Salah satunya dengan daun katuk. Daun katuk mengandung vitamin A, B, C, K dan pro vitamin A (betakaroten), kalsium, fosfor, zat besi dan serat, juga berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, daun katuk juga mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin, hormon pelancar ASI.

"Kadar prolaktin yang tinggi akan meningkatkan, mempercepat dan memperlancar produksi ASI” Ujar dr Ameetha yang juga Aktivis Komunitas Pejuang ASI menerangkan.

Sebuah jurnal menyebutkan bahwa ekstrak daun katuk bisa meningkatkan kuantitas produksi ASI hingga 50,7 persen. Selain itu, daun katuk juga dapat membantu kebutuhan mineral bagi ibu menyusui dan meningkatkan daya tahan tubuh bagi ibu

Berbicara tentang nutrisi bagi Ibu menyusui, Norina mengatakan, DKT Indonesia melalui Andalan Nutrisi meluncurkan Lactaboost sebagai suplemen alami yang dapat membantu Ibu untuk melancarkan proses menyusui. Hal itu karena masih banyak Ibu Indonesia yang belum mengetahui pentingnya asupan nutrisi pada saat kehamilan maupun menyusui. Bahkan, ketika ibu memasuki minggu-minggu terakhir kehamilan, lbu perlu memulai untuk mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang produksi ASI.

"Sehingga pada saat kelahiran nanti, ASI akan keluar lebih lancar. Nutrisi yang baik selama kehamilan dan menyusui dapat menjamin tumbuh kembang buah hati berjalan optimal," tutupnya



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Putih Sari: Perbaiki Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional

Saat ini memang masih kita rasakan banyaknya masalah dalam sistem pelayanan kesehatan nasional utamanya terkait BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Dana Desa untuk Atasi Stunting

Dampak jangka panjang stunting bukan hanya bagi penderita dan keluarganya, melainkan juga bangsa.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Stunting Tinggal 30,8%

Langkah pemerintah pusat untuk menurunkan jumlah penderita stunting juga harus diikuti pemerintahan di daerah, khususnya aparat desa.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Siloam Hospitals Manado Kenalkan Terapi Oksigen Hiperbarik

HBOT sangat efektif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah baru.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Menkes : Prevalensi Stunting Turun 30,8 Persen

Riskesdas 2018 menunjukkan angka prevalensi stunting atau balita pendek sebanyak 30,8%.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Memanfaatkan Bakat untuk Kurangi Derita Korban Gempa

Terapi seni dapat digunakan untuk membantu mengurangi stres dan mengatasi trauma.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Bauran Kebijakan BPJS Tidak "Nendang"

Selain jumlahnya kecil, dalam pelaksanaannya, bauran kebijakan itu pun menuai penolakan masyarakat.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Pengamat: Presiden Tidak Konsisten Soal Kenaikan Iuran BPJS

Diduga, penolakan kenaikan iuran terjadi karena ada masalah di data penduduk miskin.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Rajawali Foundation Bantu Pemulihan Trauma Anak-anak Korban Gempa

Pemulihan trauma anak-anak korban gempa harus menjadi prioritas semua pihak.

KESEHATAN | 21 Oktober 2018

Ratusan Penyandang Autisme Meriahkan ASEAN Autism Games 2018

Sebanyak 215 potensial atlet dengan spektrum autistik berkompetisi di dua cabang olahraga.

KESEHATAN | 20 Oktober 2018


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS