Angka Stunting Turun, Program KB Dinilai Turut Andil
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Angka Stunting Turun, Program KB Dinilai Turut Andil

Rabu, 24 Oktober 2018 | 19:31 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta - Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbatu tahun 2018 menunjukkan angka prevalensi stunting atau balita pendek di Indonesia menurun. Dari 37,2 persen (hampir 9 juta balita) di 2013 turun menjadi 30,8 persen tahun ini. Rata-rata penurunan tiap tahun sekitar 1,2 persen.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sigit Priohutomo, mengatakan, program KB ikut andil dalam penurunan angka stunting ini. Banyak program BKKBN yang menyasar pada pencegahan stunting, bahkan dimulai dari sebelum 1.000 hari pertama kehidupan.

“Tentu (program KB) terandil di dalam penurunan stunting ini. Karena intervensi stunting bukan hanya intervensi sensitif gizi dari sektor kesehatan, tapi juga intervensi spesifik mulai dari mempersiapkan calon ibunya sejak remaja,” kata Sigit kepada SP di sela-sela acara final pemilihan Duta GenRe (Genre) tahun 2018 di Jakarta, Selasa (23/10) malam.

Menurut Sigit, program KB fokus pada kesehatan reproduksi perempuan. Seorang ibu disarankan untuk merencanakan dan mengatur jarak kehamilannya dengan baik. Dengan begitu anak yang dikandung dan dilahirkan pun sehat dan kecil risiko menderita stunting.

Bahkan, untuk mencegah stunting, calon ibu sudah disiapkan sejak remaja. BKKBN memiliki program Genre, yaitu remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja (five life transitions), dan merencanakan kehidupan masa depan termasuk berkeluarga dengan baik. Remaja diarahkan untuk melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat, dan mempratikkan hidup sehat.

Program Genre bertujuan mengurangi perkawinan anak dan perkawinan dini. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang dipublikasikan tahun 2018 menunjukkan, prevalensi kelahiran pada usia remaja meskipun turun dibanding lima tahun lalu, tetapi angkanya masih tinggi, yaitu 36 per 1000 kelahiran hidup.

“Artinya dari 1000 perempuan yang melahirkan, 36 di antaranya adalah masih di bawah usia 19 tahun. Idealnya untuk kesehatan reproduksi itu di 21 tahun,” kata Sigit.

Menurut Sigit, satu saja kelahiran pada usia remaja seharusnya tidak terjadi. Sebab kelahiran di usia remaja ini meningkatkan risiko bayi lahir stunting dan masalah pertumbuhan lainnya. Pada ibu pun risiko melahirkan di usia remaja sangat tinggi karena pertumbuhan reproduksinya belum sempurna. Karenanya BKKBN mendorong perkawinan dan kehamilan pertama kali sebaiknya pada usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Tiga Penyebab Utama Kegagalan ASI Eksklusif

ASI merupakan fondasi utama tumbuh kembang bayi.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Putih Sari: Perbaiki Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional

Saat ini memang masih kita rasakan banyaknya masalah dalam sistem pelayanan kesehatan nasional utamanya terkait BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Dana Desa untuk Atasi Stunting

Dampak jangka panjang stunting bukan hanya bagi penderita dan keluarganya, melainkan juga bangsa.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Stunting Tinggal 30,8%

Langkah pemerintah pusat untuk menurunkan jumlah penderita stunting juga harus diikuti pemerintahan di daerah, khususnya aparat desa.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Siloam Hospitals Manado Kenalkan Terapi Oksigen Hiperbarik

HBOT sangat efektif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah baru.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Menkes : Prevalensi Stunting Turun 30,8 Persen

Riskesdas 2018 menunjukkan angka prevalensi stunting atau balita pendek sebanyak 30,8%.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Memanfaatkan Bakat untuk Kurangi Derita Korban Gempa

Terapi seni dapat digunakan untuk membantu mengurangi stres dan mengatasi trauma.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Bauran Kebijakan BPJS Tidak "Nendang"

Selain jumlahnya kecil, dalam pelaksanaannya, bauran kebijakan itu pun menuai penolakan masyarakat.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Pengamat: Presiden Tidak Konsisten Soal Kenaikan Iuran BPJS

Diduga, penolakan kenaikan iuran terjadi karena ada masalah di data penduduk miskin.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Rajawali Foundation Bantu Pemulihan Trauma Anak-anak Korban Gempa

Pemulihan trauma anak-anak korban gempa harus menjadi prioritas semua pihak.

KESEHATAN | 21 Oktober 2018


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS