BKKBN Ajak Duta Genre 2018 Perangi Kelahiran Remaja
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BKKBN Ajak Duta Genre 2018 Perangi Kelahiran Remaja

Rabu, 24 Oktober 2018 | 21:13 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak para Duta Generasi Berencana (Genre) tahun 2018 untuk berperan aktif memerangi jumlah kelahiran usia remaja. Sebab, angka kelahiran remaja di Indonesia masih tergolong tinggi, kendati sudah ada penurunan dibanding lima tahun lalu.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang dipublikasikan tahun 2018 memperlihatkan, jumlah kelahiran remaja masih di angka 36 per 1.000 kelahiran. Artinya, dari 1.000 perempuan yang melahirkan, 36 di antaranya berusia di bawah 19 tahun.

Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, mengharapkan para Duta Genre yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia bisa menjadi model percontohan bagi remaja lainnya. Mengajak teman sebaya untuk menghindari perkawinan dini dan perkawinan anak. Perkawinan dini menyumbang tingginya kelahiran pada remaja, dan angka stunting atau balita pendek akibat gizi kronis.

"Kami harapkan Duta Genre jadi agen perubahan bagi teman sebayanya melalui pusat informasi dan konseling remaja yang ada di sekolah dan sebagian ada di komunitas masyarakat," kata Sigit di Jakarta, Rabu (24/10).

Juga mengajak remaja untuk membentengi diri dari dampak negatif teknologi dan informasi, seperti informasi hoaks, ujaran kebencian, dan lain-lain. Duta Genre juga harus menjadi teladan sebagai calon pemimpin yang menjaga keberagaman dan toleransi.

Sigit mengatakan, jumlah remaja atau penduduk usia 10-24 tahun berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 pada tahun 2018 telah mencapai sekitar 66,3 juta jiwa atau sekitar 25,6 persen dari total penduduk. Remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas pada 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka. Ketika itu, remaja ini akan berusia antara 35-54 tahun, yaitu usia produktif dan menjadi aset yang luar biasa apabila dikelola dengan baik. Mereka inilah yang akan menggantikan para pemimpin sekarang ini.

Namun, menurut Sigit, tantangan dalam membina remaja Indonesia saat ini sangat tinggi karena banyaknya permasalahan remaja yang timbul mulai dari pernikahan dini, seks pranikah hingga penyalahgunaan napza, dan lain-lain.

Mengantisipasi berbagai persoalan ini, BKKBN mengembangkan program Generasi Berencana (Genre). Melalui program ini, remaja dibina dan diarahkan untuk menjalani masa transisi, dan merencanakan masa depannya, mulai dari pendidikan, karir, berumah tangga, hingga menjadi anggota masyarakat.

Tahun ini, untuk ke-9 kalinya BKKBN kembali menggelar pemilihan Duta Genre Jalur Pendidikan dan Jalur Masyarakat yang diselenggarakan sejak tanggal 20-24 Oktober di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.

Menurut Sigit, pemilihan Duta Genre Nasional ini bukan hanya ceremonial belaka. Para remaja ini melalui seleksi ketat di daerah, dan yang dipilih adalah yang paling unggul baik dari ide, terobosan maupun program untuk pembangunan remaja. Mereka juga dibekali kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada teman sebayanya tentang risiko perkawinan dini, melahirkan di usia remaja, hindari narkoba dan seks bebas. Kemampuan merencanakan masa depannya termasuk saat berkeluarga, hamil, dan mengurus anak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rp 50 Triliun untuk Atasi Stunting

Presiden memerintahkan 22 kementerian/lembaga secara bersama-sama menangani stunting.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Angka Stunting Turun, Program KB Dinilai Turut Andil

Rata-rata penurunan tiap tahun sekitar 1,2 persen.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Ini Tiga Penyebab Utama Kegagalan ASI Eksklusif

ASI merupakan fondasi utama tumbuh kembang bayi.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Putih Sari: Perbaiki Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional

Saat ini memang masih kita rasakan banyaknya masalah dalam sistem pelayanan kesehatan nasional utamanya terkait BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2018

Dana Desa untuk Atasi Stunting

Dampak jangka panjang stunting bukan hanya bagi penderita dan keluarganya, melainkan juga bangsa.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Stunting Tinggal 30,8%

Langkah pemerintah pusat untuk menurunkan jumlah penderita stunting juga harus diikuti pemerintahan di daerah, khususnya aparat desa.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Siloam Hospitals Manado Kenalkan Terapi Oksigen Hiperbarik

HBOT sangat efektif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah baru.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Menkes : Prevalensi Stunting Turun 30,8 Persen

Riskesdas 2018 menunjukkan angka prevalensi stunting atau balita pendek sebanyak 30,8%.

KESEHATAN | 23 Oktober 2018

Memanfaatkan Bakat untuk Kurangi Derita Korban Gempa

Terapi seni dapat digunakan untuk membantu mengurangi stres dan mengatasi trauma.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018

Bauran Kebijakan BPJS Tidak "Nendang"

Selain jumlahnya kecil, dalam pelaksanaannya, bauran kebijakan itu pun menuai penolakan masyarakat.

KESEHATAN | 22 Oktober 2018


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS