Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi penyakit jantung (Sumber: IST)
/ FER Sabtu, 19 Januari 2019 | 16:38 WIB

Washington - Menurut sebuah hasil studi terbaru di Spanyol, mereka yang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit kardiovaskular.

Kalangan peneliti menemukan, dibandingkan dengan orang yang tidur 7 hingga 8 jam, mereka yang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam memiliki risiko 27 persen lebih tinggi mengalami 'kelainan' Asterosklerosis, atau penebalan pada dinding arteri yang belum serius cukup untuk menyebabkan berbagai komplikasi.

Penelitian sebelumnya telah menghubungkan kurang tidur dengan faktor risiko penyakit jantung seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, peradangan dan obesitas.

"Tidur bersamaan dengan diet dan aktivitas fisik, adalah salah satu kebiasaan sehat yang perlu kita adopsi dan pertahankan agar sistem kardiovaskular kita tetap sehat," kata Jose Ordovas, peneliti dari CNCI di Madrid dan Direktur Nutrisi dan Genomik di Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Universitas Tufts, Boston.

"Hasil kami mendukung keyakinan umum bahwa kita harus memiliki sekitar 8 jam tidur yang baik per hari," tambah Ordovas.

"Bagi mereka yang karena satu dan lain hal tidak dapat menghindari jam tidur yang buruk, rekomendasinya adalah harus lebih proaktif dalam mengendalikan faktor risiko gaya hidup lain seperti diet dan olahraga."

Pengerasan arteri dapat berkembang secara bertahap selama beberapa tahun sebelum menyebabkan masalah. Orang-orang dapat hidup bertahun-tahun dengan kelainan praklinis sebelum mengalami asteroklerosis, yang ditandai dengan penumpukan plak di dinding arteri yang membatasi aliran darah dan dapat menyebabkan serangan jantung juga stroke.



Sumber: VOA