Komuter Rentan Terpapar Penyakit

Komuter Rentan Terpapar Penyakit
Ilusrasi. ( Foto: Istimewa )
Indah Handayani / WBP Minggu, 20 Januari 2019 | 08:13 WIB

Jakarta - Data Institute Transportation and Development (ITDP) menyebut warga Jakarta dan daerah penyangga menghabiskan rata-rata 400 jam dalam setahun untuk bepergian menuju tempat kerja – atau sekitar 2 jam per hari. Hal ini menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat menurunkan daya tahan tubuh para komuter. Alhasil, rentan terpapar penyakit.

Regional Medical Lead Redoxon Consumer Health Division PT Bayer Indonesia, dr Suci Sutinah Diah Suksmasari, mengatakan dari sisi risiko kesehatan, kegiatan commuting rawan terpapar virus seperti flu.

Selama perjalanan, komuter berada di lingkungan dengan tingkat kebersihan tak menentu. Apalagi moda transportasi umum biasanya ramai pada jam sibuk. "Ini turut andil menularkan virus dan kuman," kata dia belum lama ini.

Tak hanya penyebaran antarmanusia, virus dan kuman juga bisa terbang lalu menempel pada permukaan benda. Misalnya pegangan dalam kereta, atau jok sepeda motor dan helm ojek.

Suci menambahakan vitamin C berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan perlindungan dari dalam tubuh. Polusi udara yang kerap ditemui komuter, seperti asap rokok, kendaraan bermotor dan pabrik, serta sinar ultraviolet memicu terbentuknya radikal bebas. Jika terus-menerus menyebabkan kerusakan sel, serta melemahkan daya tahan sehingga tubuh rentan berbagai penyakit.

"Tak cukup vitamin C saja, asupan zinc turut memberi dampak positif pada daya tahan tubuh. Mineral ini berfungsi mempercepat kerja vitamin C, serta berkontribusi pada pertahanan tubuh dan membantu proses penyembuhan luka," paparnya.

Sementara General Manager Consumer Health Division PT Bayer Indonesia, Kinshuk Kunwar, menambahkan sulit bagi komuter untuk menghindari polutan, seperti emisi lalu lintas dan perubahan cuaca, yang bisa membuat tubuh lebih rentan penyakit. Padahal menjaga daya tahan tubuh akan membantu komuter berada di kondisi puncak.

Untuk itu, pihaknya meluncurkan kampanye #KomuterTegar, Redoxon® mengajak komuter untuk lebih peduli dan berupaya agar tetap sehat. "Dengan demikian, mereka bisa terus beraktivitas tanpa mengkhawatirkan daya tahan tubuh,” ujarnya.



Sumber: Investor Daily