BKKBN: 4,8 Juta Bayi Lahir Tiap Tahun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BKKBN: 4,8 Juta Bayi Lahir Tiap Tahun

Jumat, 8 Februari 2019 | 15:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Denpasar, Beritasatu.com - Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Indonesia masih tergolong tinggi. Hingga akhir 2018, LPP Indonesia berada di posisi 1,39%, yang berarti setiap tahun ada 4,2 juta sampai hampir 4,8 juta bayi baru lahir di Indonesia. Angka ini turun dari 2010 sebesar 1,49%, tetapi penurunannya sangat lamban. Tahun depan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menargetkan, LPP turun di bawah 1,2%.

Masih tingginya angka LPP Indonesia tak lepas dari capaian program-program pengendalian penduduk, yang sebagiannya merupakan tanggung jawab BKKBN. Hingga 2018 sejumlah indikator pengendalian penduduk gagal tercapai.

Saat berbincang-bincang dengan SP, Jumat (8/2) pagi, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN, Nofrijal mengatakan, baru dua dari enam indikator program kependudukan dan KB yang tercapai hingga akhir 2018. Indikator tersebut adalah angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) yang turun dari 2,6 menjadi 2,38. Artinya satu wanita usia subur di Indonesia berpotensi memiliki anak lebih dari dua. Pemerintah menargetkan TFR turun sampai 2,1 di tahun 2025, yang menandakan penduduk sudah tumbuh seimbang.

Satu indikator lain yang juga tercapai adalah angka kelahiran menurut umur atau age specific fertility rate (ASFR) pada perempuan muda 15-19 tahun. ASFR di Indonesia masih terbilang tinggi dibanding negara lain di ASEAN, meskipun telah menurun dari 46 menjadi 36 per 1000 kelahiran. Angka ASFR telah melampaui target BKKBN tahun ini, yakni 40 per 1000 kelahiran. Namun, angka 36 ini tetaplah memprihatinkan. Mereka penyumbang tingginya angka balita stunting, kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Di sisi lain, BKKBN harus bekerja ekstra keras untuk mencapai empat indikator lain yang belum berhasil dicapai dikarenakan sejumlah kendala. Pertama, penggunaan alat kontrasepsi atau contraceptive prevalensi rate (CPR) masih rendah. Saat ini, jumlah peserta KB aktif baru 57,2% padahal targetnya 61,2%.

“BKKBN hanya mampu meningkatkan rata-rata setiap tahun 1% dari yang seharusnya 4%. Kendalanya, beberapa daerah belum digarap karena sulit dijangkau,” kata Nofrijal di sela-sela kegiatan sosialisasi dan konsultasi pelaksanaan DAK program KB 2019 untuk wilayah regional III yang berlangsung selama tiga hari di Denpasar, Bali.

Kedua, kebutuhan KB yang tidak terlayani (unmet need) baru berhasil diturunkan menjadi 12,4% dari target seharusnya sebesar 10,14%. Kendalanya, penyebaran kontrasepsi tidak merata sampai ke fasilitas kesehatan. Selain itu, terdapat masa transisi pelayanan KB dari yang sebelum dengan sesudah dibiayai oleh BPJS Kesehatan. BKKBN segera melakukan pembenahan, terutama sinkronisasi data berapa peserta KB yang dibiayai BPJS Kesehatan.

Ketiga, angka putus pakai (drop out) kontrasepsi masih tinggi. Meskipun mengalami penurunan sampai 25%, angka ini belum memuaskan dari angka idealnya yang berada di bawah 20%. Keempat, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) belum sesuai harapan. Tingginya angka putus pakai disebabkan oleh angka ini. Angka penggunaan MKJP memang meningkat sebesar 23,1% dari target 22,3%. Akan tetapi, kemudahan mengakses jenis kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntikan menyebabkan angka putus pakai tetap tinggi.

“Kita butuh tenaga yang harus terlatih terutama yang tinggal di daerah pelosok. Selain itu, pilihan MKJP ini lebih banyak ke implan. Sementara pengadaan implan di 2018 ada sedikit masalah. Tidak semua provinsi bisa menyediakannya,” kata Nofrijal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Jumlah Peserta Aktif BPJS Kesehatan Menurun Akibat Pandemi

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa peserta aktif mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 16 September 2021

Menkes: Manfaat JKN Akan Difokuskan pada Penanganan Promotif dan Preventif

Budi menuturkan, fokus pada tindakan promotif dan preventif karena pembiayaan lebih murah dan memberi kenyamanan pada masyarakat.

KESEHATAN | 16 September 2021

Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

Untuk mendapatkan vaksin Nusantara segera mendaftarkan diri kepada Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler, Universitas Airlangga, Prof Dr CA Nidom.

KESEHATAN | 16 September 2021


Menko PMK Targetkan Vaksinasi Tenaga Pendidik Tuntas Akhir September

Apabila tenaga pendidik di satuan pendidikan baik sekolah, madrasah dan pesantren sudah semuanya divaksin, maka pelaksanaan PTM wajib untuk dilakukan.

KESEHATAN | 16 September 2021

Jumlah Pasien Covid-19 Naik, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 6,88%

Kamis (16/9/2021) jumlah pasien bertambah 11 orang dari hari sebelumnya. Dengan demikian tempat tidur di Wisma Atlet Kemayoran terisi 6,88%.

KESEHATAN | 16 September 2021

72.000 Pelajar dan Warga di 10 Provinsi Jadi Sasaran Vaksinasi Massal BIN

Sebanyak 72.000 pelajar dan warga mendapatkan vaksinasi dari Badan Intelijen Negara (BIN).

KESEHATAN | 16 September 2021

Turun Signifikan, Penanganan Kasus Covid-19 di Indonesia Diapresiasi

Kinerja Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Panjaitan diapresiasi karena berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan dan cepat.

KESEHATAN | 16 September 2021

Menkes Targetkan 2030 Anak 12 Tahun Bebas Karies

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah serius dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.

KESEHATAN | 16 September 2021

Danone Salurkan Donasi Kemanusiaan untuk Penanggulangan Covid-19

Hingga saat ini, Danone Indonesia telah menyalurkan bantuan donasi senilai Rp 56 miliar melalui berbagai stakeholder dalam bentuk alat medis.

KESEHATAN | 16 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Cristiano Ronaldo


# Kebakaran Lapas Tangerang


# Anies Baswedan


# Rimbun Air



TERKINI
AAEI: Peningkatan Aksi Rights Issue Didorong Emiten Bank

AAEI: Peningkatan Aksi Rights Issue Didorong Emiten Bank

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings