Alami Kanker Payudara, Pengungsi di Nduga Dirujuk ke Jayapura

Alami Kanker Payudara, Pengungsi di Nduga Dirujuk ke Jayapura
Ilustrasi Kanker Payudara ( Foto: Istimewa )
/ WIN Selasa, 12 Februari 2019 | 19:00 WIB

Wamena, Beritasatu.com - Salah seorang pengungsi dari Kabupaten Nduga Provinsi Papua, dirujuk ke Kota Jayapura pada Selasa (12/2) pagi untuk mendapatkan perawatan lantaran pengungsi yang merupakan seorang ibu tersebut menderita sakit kanker payudara.

Koordinator tim relawan pengungsian Nduga Ence Geong mengatakan pembiayaan dilakukan secara swadaya oleh anggota relawan dan pihak keluarga.

"Penderita atas nama Anita Gwijangge tidak memiliki surat keterangan satu pun, karena dia mengungsi saat berada di kebun lalu dengar tembakan beruntun, sehingga dia lari pada 4 Desember 2018 lalu dari Distrik Mugi," kata Ence kepada Beritasatu.com.

Sebelumnya, Anita melakukan pengobatan secara tradisional, namun tidak membuahkan hasil. Sebab, kanker yang dideritanya semakin parah.

"Kita tidak mengetahui pasti kapan mulai rasanya (menderita kanker), tetapi menurut keterangan dia, lukanya dirasa mulai sekitar tanggal belasan ketikan berada di hutan, di mana mulai muncul bintik di payudaranya dan dia pikir bisul, sehingga dia mengobatinya dengan getah tanaman," tambah Ence.

Tim berharap setelah dirujuk, pelayanan yang diterima semakin baik. Mereka juga berharap Dinas Kesehatan Nduga mengirim obat-obatan dan petugas ke pusat pengungsian di Jayawijaya.

"Ada banyak pasien, termasuk salah satu yang kami kirim atau rujuk ke Jayapura. Warga mengirim satu ibu yang harus dirujuk ke Jayapura dalam kondisi darurat tetapi Dinas Kesehatan Nduga belum terlibat," tutup Ence.



Sumber: ANTARA