Hadapi Bonus Demografi, Prabowo-Sandi Fokus Tangani Stunting

Hadapi Bonus Demografi, Prabowo-Sandi Fokus Tangani Stunting
Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menimbang berat badan balita untuk mencegah kegagalan tumbuh kembang anak (stunting) saat kegiatan Posyandu balita di Klaten, Jawa Tengah, 18 April 2018. ( Foto: Antara / Maulana Surya )
Hotman Siregar / WBP Selasa, 12 Februari 2019 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan masalah stunting (tubuh pendek karena kurang gizi) merupakan prioritas pasangan capres-cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Sara mengatakan, angka stunting di Indonesia sudah cukup menghawatirkan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting. "Bagi Prabowo-Sandi stunting adalah persoalan serius. Stunting akan memengaruhi produktivitas anak Indonesia di masa mendatang," kata Sara, Selasa, (12/2).

Sara mengatakan, Indonesia akan memasuki masa bonus demogradi di tahun 2030. Bila persoalan stunting tidak segera ditanggulangi, dia menilai bonus demografi yang harusnya diterima justru bisa jadi bencana demografi. "Stunting bukan hanya soal fisik yang pendek, tapi juga soal kecerdasan anak. Kita butuh tenaga kerja produktif untuk membangun Indonesia ke depan," kata anggota Komisi VIII DPR ini.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, apabila Prabowo-Sandi memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, masalah stunting akan diatasi sesegera mungkin. Prabowo telah menyiapkan strategi khusus untuk menyelesaikan masalah stunting. "Prabowo-Sandi sudah memikirkan hal ini. Ini prioritas untuk kita tanggulangi karena ini masalah besar," ujar Sara.

Keberpihakan Prabowo-Sandi terhadap masa depan Indonesia juga diamini juru bicara BPN Anthony Leong. Ia mengatakan, ditunjuknya Sandiaga sebagai calon wakil presiden oleh Prabowo merupakan cerminan bahwa mantan Komandan Jenderal Kopassus itu ingin memberikan tampuk kepemimpinan Indonesia masa depan ke tangan anak muda.

"Kita menawarkan gagasan dan kebaruan untuk Indonesia. Kita tahu banyak tokoh-tokoh politik lahir juga karena Pak Prabowo. Jokowi, Basuki, bagaimanapun mereka muncul di pentas politik nasional karena Pak Prabowo," kata Anthony.

"Menggandeng Sandi adalah harapan bagi Indonesia. Mudah-mudahan terus konsisten, kita akan menjaga harga bahan pokok stabil, terjangkau, dan perekonomian semakin cerah," imbuh Anthony.



CLOSE