60% Pasien Asing di Malaysia Berasal Dari Indonesia

60% Pasien Asing di Malaysia Berasal Dari Indonesia
: Peresmian situs web Medical Tourism Malaysia dalam Bahasa untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam mengetahui berbagai layanan dan fasilitas kesehatan yang ditawarkan Malaysia Healthcare oleh Nik Yazmin Nik Azman, Chief Commercial Officer MHTC, Rahman Tamin, Business Partner MHTC, dan Farah Delah Suahimi, Director & Market Development MHTC for Indonesia (Kiri-kanan) ( Foto: Indah Handayani / Indah Handayani )
Indah Handayani / MPA Kamis, 14 Februari 2019 | 17:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 60% pasien asing yang berobat di Malaysia, baik rawat jalan maupun rawat inap, berasal dari Indonesia. Bahkan setiap tahun pasien asal Indonesia bertumbuh antara 12-18%.

Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) Nik Yazmin Nik Azman mengatakan dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar terbesar untuk Malaysia Healthcare. Pada 2018, lebih dari 670.000 masyarakat Indonesia telah melakukan perawatan kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, di berbagai rumah sakit swasta di Malaysia. Angka itu kurang lebih 60 persen dari total seluruh pasien asing yang berobat di Malaysia. Sedangkan sisanya berasal dari negara lain, diantaranya Vietnam, Tiongkok, Australia, Myanmar.

"Pertumbuhan pasien dari Indonesia setiap tahun mencapai 12-18 persen kebanyakan dari pasien Indonesia berobat ke rumah sakit yang berada di Penang, Malaka, dan Kuala Lumpur," ungkap Nik Yazmin di sela konferensi pers Malaysia Healthcare EXPO 2019 (MHX 2019), di Jakarta, Kamis (14/2).

Nik Yazmin menambahkan kebanyakan orang Indonesia yang berobat ke Malaysia untuk menjalani terapi dan pengobatan jantung, kanker, orthopedi, estetika, dan bayi tabung. Hal itu mengingat banyak pakar mengenai bidang tersebut yang ada di Malaysia. Bahkan, di Penang dan Malaka memiliki rumah sakit yang spesial kanker. Selain itu, Malaysia merupakan pilihan tujuan utama bagi para wisatawan kesehatan Indonesia berkat sejumlah keunggulan yang ditawarkan oleh Malaysia Healthcare, seperti layanan kesehatan dengan kualitas world-class, biaya yang terjangkau, kemudahan akses serta layanan end-to-end terbaik.

Nik Yazmin Nik Azman, Chief Commercial Officer MHTC menambahkan peran utama MHTC adalah untuk mempromosikan Malaysia Healthcare secara global, dengan berfokus pada Indonesia sebagai salah satu pasar utama negaranya. Kesamaan budaya dan kedekatan geografis antara kedua negara tersebut menjadi alasan kuat mengapa Malaysia menjadi tujuan layanan kesehatan yang populer bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, pihaknya menggelar Malaysia Healthcare Expo 2019 akan diselenggarakan pada 15 - 17 Februari 2019 di Central Park Mall, Jakarta. MHX 2019.

Pada pameran tersebut, lanjut dia, menghadirkan 11 rumah sakit swasta terkemuka dan fasilitas kesehatan dari Malaysia. Serta, menawarkan sejumlah kegiatan yang dapat dinikmati para pengunjung, seperti pembahasan berbagai topik kesehatan, diskusi panel, dan konsultasi gratis, serta undian berhadiah dan kegiatan panggung menarik lainnya. "Sepanjang tahun ini, MHX 2019 juga akan hadir di beberapa kota besar lainnya di Indonesia," tambah dia.

Director & Market Development MHTC for Indonesia Farah Delah Suahimi mengatakan untuk memperkuat komitmennya terhadap pasar Indonesia, Malaysia Healthcare Travel Council juga meluncurkan sebuah situs mikro dalam Bahasa Indonesia. Malaysia Healthcare Travel Council menyajikan kemudahan bagi pasien dari Indonesia untuk mengetahui berbagai layanan dan fasilitas kesehatan yang ditawarkannya. Situs tersebut juga menyediakan layanan live chat, di mana para pengunjung dapat bertanya langsung mengenai fasilitas yang ingin mereka ketahui secara lebih lanjut.

"Saat ini, Malaysia Healthcare Travel Council tengah berfokus untuk menyediakan informasi yang komprehensif mengenai Kardiologi, Kanker dan Fertilisasi In Vitro (Bayi Tabung) sebagai perawatan inti bagi para pasien di Indonesia," papar Farah.



Sumber: Investor Daily