Prabowo Disebut Sudah Angkat Isu Stunting Sejak 10 Tahun Lalu

Prabowo Disebut Sudah Angkat Isu Stunting Sejak 10 Tahun Lalu
Pengukuran tinggi badan anak ( Foto: MCA Indonesia / MCA Indonesia )
Carlos KY Paath / WBP Senin, 18 Maret 2019 | 08:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan calon presiden dan wakil presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) menaruh perhatian serius terhadap persoalan stunting (gizi buruk). Bahkan Prabowo telah bicara mengenai stunting sejak 10 tahun lalu.

“Tentu Prabowo-Sandi berkomitmen tinggi mengatasi stunting. Pak Prabowo sendiri sudah mengangkat isu stunting 10 tahun yang lalu,” kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (18/3/2019).

Perempuan yang akrab dipanggil Sara ini mengungkap, Prabowo pernah membuat dokumenter yang dinarasikan Sujiwo Tejo berjudul Harimau yang Lapar. Sampai akhirnya, Prabowo membentuk sebuah program yang dilakukan para kader dan sayap Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Program itu ialah Revolusi Putih yang diharapkan bisa meningkatkan daya saing generasi penerus. Saat ini, menurut Sara, Revolusi Putih telah berubah menjagi gerakan sosial bernama gerakan emas atau Indonesia emas.

“Gerakan emas atau Indonesia emas ini mengidentifikasi ibu-ibu hamil dan menyusui serta anak-anak rentan stunting maupun gizi buruk dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut serta sebagai Pejuang Emas,” ujar anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Gerindra tersebut.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menambahkan, program generasi emas bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia. “Masyarakat bisa memilih untuk mendukung dengan memberikan nutrisi tambahan bagi ibu hamil atau menyusui atau kepada anak-anak balita rentan stunting, atau bisa berupa donasi,” imbuh Sara.

Dalam debat III Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Sandi sempat menjelaskan mengenai Sedekah Putih terkait upaya mengatasi stunting. Menurut Sara, Sedekah Putih sudah diadopsi dalam program gerakan emas.

“Bang Sandi saat debat pun telah jelaskan itu. Gerakan emas jauh lebih komprehensif. Kami yakin jika ini menjadi gerakan nasional yang melibatkan semua elemen masyarakat, swasta maupun pemerintah, seharusnya bisa menekan angka stunting jauh daripada sebelumnya,” ucap Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.



Sumber: Suara Pembaruan