Penarikan Stavudine Jangan Tunggu hingga Stok Habis

Penarikan Stavudine Jangan Tunggu hingga Stok Habis
Ilustrasi obat Stavudine. ( Foto: stada )
Sabtu, 16 Juni 2012 | 17:57 WIB
Ingat prinsip life before profit.

Indonesia AIDS Coalition mendesak pemerintah untuk mempercepat penarikan obat antiretroviral jenis Dt4 (Stavudine), karena memiliki efek samping serius bahkan dapat mengakibatkan kematian.
 
"Kami mendapat informasi bahwa Kemenkes memiliki stok Stavudine cukup sampai 2014. Kami harap penarikan Stavudine jangan menunggu 2014," ujar Aditya Wardhana, dari Indonesia AIDS Coalition.
 
Ia mengatakan, Stavudine sudah ditolak di beberapa negara maju sehingga negara berkembang menjadi pasar utama untuk menjual obat tersebut dalam jumlah besar dengan harga murah, sehingga menguntungkan secara bisnis.

"Yang jadi pertanyaan apakah selisih harga itu sebanding dengan kerugian medis, psikologis bahkan nyawa," kata Aditya.

Aditya mengatakan Indonesia AIDS Coalition mendapat banyak laporan mengenai efek samping Stavudine.

Beberapa ODHA mengalami perubahan fisik yang nyata terlihat seperti tumbuh punuk di pundak, kaki mengecil, payudara membesar bagi laki-laki dan pipi kempot.

"Akibatnya terjadi juga kerugian secara sosial dan ekonomi karena ODHA  ini menjadi tidak percaya diri dan tidak bisa bisa bekerja," ujarnya.
 
Aditya mengatakan, Kemenkes harus segera melakukan mapping untuk mengetahui rumah sakit mana yang masih memiliki banyak stok Stavudine, sehingga bisa menjadi prioritas.
 
Kemenkes juga harus segera bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya Stavudine. "Yang pasti jangan tunggu sampai stok habis. Ingat prinsip life before profit," tegasnya.