Sugiat, Pemijat Atlet Top Berbagi Tips Atasi Cedera

Sugiat, Pemijat Atlet Top Berbagi Tips Atasi Cedera
Sugiat Moeljo Soedarmo, pemijat atlet nasional (kanan) bersama Rudy Kurniawan, pengusaha sekaligus sport enthusiast (kiri). ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Jumat, 5 April 2019 | 08:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sudah banyak atlet top Indonesia merasakan “keampuhan” tangan Sugiat, pemijat khusus atlet. Selama lebih dari 30 tahun Sugiat telah memijat ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga mulai dari bulutangkis, basket, dan golf. Marcus “Minions” Fernaldi Gideon, Greysia Polii, Hendra Setiawan, Yayuk Basuki dan Ricky/Rexy pernah merasakan pijatan Sugiat. Tidak ketinggalan Carmelita, mantan atlet bulu tangkis nasional peringkat 8 dunia.

Sugiat sendiri memulai kariernya lewat pendidikan khusus sport massage dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 1987. Sugiat yang 18 tahun berkarier di Pelatnas PBSI juga mendukung para atlet Indonesia ke 30 negara dalam ajang SEA Games, ASIAN Games hingga Olimpiade.

Dengan pendidikan khusus yang didapatnya, Sugiat tentunya memiliki keahlian tersendiri. Menurut pemilik nama lengkap Sugiat Moeljo Soedarmo ini, Sport Message beda dengan pijat biasa.

“Sport massage berfokus pada tiga hal. Pertama, yang dilakukan satu jam sebelum aktivitas olahraga untuk mempersiapkan otot menjadi lentur dan mencegah cedera. Kedua, sehabis olahraga atau setelah atlet bertanding, fokusnya relaksasi otot. Ketiga, untuk mengatasi masalah atau cedera otot, mulai dari sakit pinggang, sakit punggung, terkilir hingga saraf kejepit,” ungkap Sugiat yang kini memiliki gerai Giat Kurnia di kawasan Sunter, Jakarta belum lama ini.

Bahkan Sugiat tidak sungkan berbagi tips untuk mencegah serta mengatasi cedera otot.

Pertama, bagi atlet atau sport enthusiast tentunya harus selalu melakukan pemanasan, peregangan dan pendinginan otot dengan teknik dan urutan yang benar setiap kali berolahraga. Sementara bagi pekerja kantoran yang banyak duduk juga bisa melakukan teknik peregangan otot sederhana selama 5 sampai 10 menit.

Kedua, rutin melakukan sport massage. Dalam hal ini selalu konsultasi dengan terapis untuk menentukan fokus serta frekuensisport massage. Hal ini mengingat kondisi setiap orang berbeda, ada yang membutuhkan sport massage cukup satu kali sebulan atau harus satu kali seminggu. Juga pastikan memilih terapis yang paham anatomi otot dan mengerti teknik sport massage. Apabila sampai merasakan sakit yang luar biasa ketika sport massage, artinya tekniknya tidak benar.

Ketiga, ketika terjadi cedera atau masalah otot, pertama-tama selalu kompres dengan es, atau rendam bagian yang cedera dalam air es dan hindari memberikan tekanan pada otot yang cedera. Jangan pernah mengompres dengan air panas karena dapat menyebabkan cedera semakin memburuk. Pastikan cedera otot ditangani oleh spesialis kedokteran olahraga atau sport massage profesional.



Sumber: BeritaSatu.com