Gaya Hidup Sehat Cegah Datangnya Jamur Kulit

Gaya Hidup Sehat Cegah Datangnya Jamur Kulit
Stephany Mandria. S.si (kiri), Research & Development Meccaya Pharmaceutical, saat peluncuran Krim 88 di Jakarta, Senin (8/4/2019). ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 8 April 2019 | 22:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menjaga kebersihan diri menjadi kunci untuk mencegah datangnya jamur pada kulit. Jamur merupakan organisme primitif yang hidup di sekitar lingkungan kita, seperti udara, tanah, bahkan air. Beberapa jenis jamur bisa hidup di dalam tubuh hewan dan manusia.

Sebagian besar jamur berkembangbiak dengan spora yang dapat tersebar di udara. Itu sebabnya, infeksi jamur paling sering menyerang bagian luar tubuh.

Indikasi infeksi jamur yang ada, kutu air, panu, dan gatal selangkangan atau Jock Itch merupakan yang paling sering diderita anak muda terutama yang aktif di luar ruangan atau gemar berolahraga.

Apalagi Indonesia sebagai negara tropis dengan kelembaban tinggi sangat rawan untuk jamur bisa berkembang biak..

“Rasa gatal kulit kebanyakan dipicu oleh jamur. Jamur bisa dicegah dengan gaya hidup sehat yakni rajin membersihkan diri, tidak malas ganti baju bersih,” ujar Stephany Mandria. S.si, Research & Development Meccaya Pharmaceutical, perusahaan farmasi terdepan di Indonesia dengan spesialisasi dalam bidang Dermatologi di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dikatakan Stefani, jamur kulit biasanya menyerang pada bagian area lipatan kulit dan yang kurang kena sinar matahari. Terutama pada bagian area celana dalam yang kurang kena sinar matahari sehingga dengan mudah kena jamur jika kurang menjaga kebersihan dan higienitas pakaian yang dikenakan.

“Banyak penyebab munculnya jamur yakni diantaranya sering berkeringat, obesitas dan sering bekerja di tempat basah. Biasanya mereka yang terkena jamur kulit orang yang berusia 20 tahun sampai 30 tahun,” jelas Stephany.

Untuk itu dikatakan Stefani, pentingnya untuk segera mengobati jika kulit terkena jamur. “Jika jamur tidak segera diatasi akan memicu infeksi pada kulit dan mendatangkan bakteri,” lanjut Stefani usai peluncuran krim 88.



Sumber: BeritaSatu.com