Penanganan Tepat Alergi Susu Sapi

Penanganan Tepat Alergi Susu Sapi
Peluncuran kampanye #BundaTanggapAlergi di Jakarta, Rabu (10/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Rabu, 10 April 2019 | 16:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Angka kejadian dan risiko alergi pada anak, terutama terhadap makanan, masih terus ada di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Susu Segar Harus Bersahabat dengan Perut

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof Dr Budi Setiabudiawan, mengatakan, alergi susu sapi diakibatkan oleh respon sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi (whey dan kasein). Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Disini, peran orang tua khususnya Ibu sangat penting untuk mencegah dan menangani kondisi alergi, termasuk pemberian nutrisi yang tepat," ungkap Prof Budi di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Prof Budi menambahkan, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi pada si Kecil, antara lain riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, dan polusi termasuk polusi udara dan asap rokok.

"Gejala umum yang sering muncul ketika alergi adalah gangguan pada kulit seperti muncul bintik- bintik merah, gangguan saluran pernapasan seperti asma, dan gangguan saluran pencernaan. Alergi pada si Kecil yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung," jelas Prof Budi.

Baca Juga: Prabowo Ingin Anak Indonesia Minum Susu

Selain itu, kata Prof Budi, si Kecil dengan alergi berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan. Karena itu, apabila si Kecil sudah terindikasi memiliki alergi susu sapi, ia tetap membutuhkan alternatif sumber protein untuk pemenuhan nutrisinya.

"Si Kecil dengan risiko alergi masih dapat mengonsumsi alternatif susu sapi, seperti susu pertumbuhan yang mengandung formulasi khusus terhidrolisis ekstensif, asam amino, susu dengan bahan dasar kedelai atau soya," tambah Prof Budi.

Brand Manager Allergy Care Sarihusada, Meutia Athaya, mengatakan, pemahaman masyarakat khususnya para Bunda mengenai pencegahan dan penanganan alergi pada si Kecil perlu terus ditingkatkan agar anak tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Untuk itu, pihaknya meluncurkan kampanye #BundaTanggapAlergi menjadi ajakan bagi para Bunda untuk aktif mengenali sejak dini gejala dan cara mengatasi risiko alergi pada si Kecil dengan melakukan gerakan 3K, yaitu Kenali risiko dan gejalanya, Konsultasikan ke dokter agar Si Kecil mendapat penanganan yang tepat, dan Kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar Si Kecil bisa tetap tumbuh dengan optimal.

"Selain itu, kami juga menyediakan kanal informasi agar Bunda bisa saling berbagi pengalaman, tes risiko & gejala alergi, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis alergi melalui www.alergianak.com. Kami percaya seluruh anak Indonesia, dengan dan tanpa alergi, bisa berkembang dan bertumbuh menjadi anak generasi maju, tentunya dengan edukasi serta solusi nutrisi yang tepat," kata Meutia.



Sumber: BeritaSatu.com