Tokoh Star Wars Hibur Pasien Siloam Hospital Lippo Village

Tokoh Star Wars Hibur Pasien Siloam Hospital Lippo Village
Salah satu pasien anak rawap inap Siloam Hospitals Lippo Village, Hillary Faith merasa senang saat dikunjungi tokoh-tokoh karakter dari film Star Wars. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / WBP Minggu, 14 April 2019 | 07:08 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Salah satu pasien anak rawap inap Siloam Hospitals Lippo Village, Hillary Faith merasa senang saat dikunjungi tokoh-tokoh karakter dari film Star Wars. Kegiatan "Meet & Greet Troopers" bagi pasien anak ini dilakukan sebagai wujud peringatan Hari Anak Nasional.

Kegiatan ini dilakukan dengan menggandeng 501st Legion Garuda Garrison Indonesia (GGI), organisasi kostum Star Wars internasional yang dijalankan penggemar Star Wars di Indonesia.

Para anggota 501st Legion GGI dengan kostum Star Wars, di antaranya Stormtroopers, Kylo Ren, Darth Vader, Imperial Gunner, Imperial Officer, dan Royal Guard. Mereka berkeliling unit rawat inap dan rawat jalan serta menyapa pasien anak.

CEO Siloam Hospitals Lippo Village, Jennifer Hendra mengatakan kegiatan ini untuk menghibur pasien anak yang sedang menjalani perawatan. “Kami berharap kunjungan ini menjadi memori yang tak terlupakan bagi anak dan bisa membangkitkan semangat mereka untuk lekas sembuh,” ujar Jennifer dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Minggu (14/4/2019).

Head Division of Business Development Siloam Hospitals Alexander Mutak berharap anak-anak dapat terhibur, kuat dan merasa ada yang menemani.  “Sebelumnya keluarga telah diberitahu, sehingga anak-anak tidak takut. Bahkan mereka merasa exited dan kita juga berikan gimmick kecil, sebagai tanda pasien telah didatangi karakter replika Star Wars,” ungkap Alexander Mutak.

Sedangkan Commanding Officer 501st Legion GGI, Sapto Wibowo membawa misi mempromosikan minat pada Star Wars, memfasilitasi penggunaan kostum Star Wars, dan berkontribusi kepada masyarakat melalui penggalangan dana serta kegiatan amal. Salah satu bentuk kontribusi kepada masyarakat dengan mengunjungi rumah sakit untuk menghibur pasien anak.

“Karakter yang kita pakai juga khusus charity dan tidak boleh untuk komersil. Sampai saat ini, nilai charity kita mencapai Rp 140 jutaan untuk Indonesia saja. Dan seluruh dunia telah US$ 100," jelas Sapto.



Sumber: Suara Pembaruan