AJT CogTes Membantu Mengenali Potensi Anak Sejak Dini

AJT CogTes Membantu Mengenali Potensi Anak Sejak Dini
Hasil AJT CogTest akan membantu orang tua dan guru lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok.MCI )
Indah Handayani / FER Rabu, 24 April 2019 | 09:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setiap orang tua dan guru perlu mengetahui potensi anak sejak dini agar bisa mengarahkan dengan tepat seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui potensi yang dimiliki anak adalah dengan memperhatikan kebiasaan dan kesukaan mereka, ada juga yang mengajak anak untuk mengikuti tes IQ atau tes kecerdasan. Namun, tidak banyak orang tua yang mempunyai waktu setiap harinya dalam membantu anak belajar secara efektif, serta kesulitan dalam memahami hasil yang diperoleh dari tes IQ secara umum.

Baca Juga: Mengenali Kecerdasan Anak dengan AJT CogTest

PT Melintas Cakrawala Indonesia (MCI) memberikan solusi dan pelayanan untuk mengetahui potensi kecerdasan anak secara pasti dan mudah dipahami melalui inovasi tes kecerdasan terbaru AJT CogTest, yaitu tes kognitif yang sudah dinormakan untuk anak Indonesia atau terstandardisasi sesuai dengan karakteristik bahasa serta budaya Indonesia. Hasil AJT CogTest akan membantu orang tua dan guru lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah.

Chief Executive Officer PT MCI, Ari Kunwidodo mengatakan, anak-anak memiliki keterampilan, minat, dan kekuatan serta kebutuhan belajar yang berbeda.

"Hasil laporan AJT CogTest yang pasti dan mudah dipahami, memungkinkan orang tua dan guru untuk mengarahkan anak dengan informasi yang komprehensif tentang kemampuan kognitif setiap anak, serta membantu memahami pembelajaran anak mereka," kata Ari Kunwidodo dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga: Dukungan Gizi Dorong Prestasi Anak

Ari Kunwidodo menambahkan, AJT CogTest merupakan tes kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia dengan proses pengembangan yang sistematis melibatkan lebih dari 250 psikolog Indonesia dan hampir 5.000 anak Indonesia sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia.

"Landasan teori psikologi yang dipakai merupakan teori paling mutakhir dan komprehensif di dunia saat ini. AJT CogTest mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat teridentifikasi secara lengkap dan jelas," jelas Ari Kunwidodo.

Kalangan orang tua akan lebih mudah mengarahkan dan mengembangkan potensi setelah mengetahui profil kognitif anak agar dapat membantu dan memahami bagaimana mereka dapat belajar sebaik mungkin. Hal ini yang menjadi dasar Melia Inggriany, ibu rumah tangga yang menekuni usaha pembuat roti dan dekorasi kue untuk mengajak Dericho anaknya, menjalani tes AJT CogTest beberapa waktu lalu di Jakarta. Melia mengatakan, dirinya menjadi lebih percaya diri dan yakin dengan potensi buah hatinya yang berumur 5 tahun.

Baca Juga: Kurang DHA Pengaruhi Prestasi Anak di Sekolah

"Setelah menerima hasil tes AJT CogTest, saya bisa melihat adanya kesamaan dari apa yang dipaparkan dalam hasil tes tersebut dengan keseharian anak saya. Hasilnya mudah dipahami, memberitahu sisi kelemahan dan kekuatan anak. Rekomendasi dari Psikolog membantu saya membantu anak belajar lebih efektif,” ucap Melia yang juga berbagi pengalamannya di akun instagram @meliaing.

Melia mengatakan, usia 5 sampai dengan 18 tahun merupakan masa penting dimana orang tua dan guru harus mengetahui profil kognitif guna membantu memotivasi anak dengan tepat dan efektif. Profil kognitif ini semakin cepat diketahui akan lebih baik.

"Test AJT CogTest ini membantu kita untuk lebih mengenal potensi, kelemahan, dan sisi unggul dari anak kita. Sehingga mereka nantinya siap bersaing di dunia global, dan juga untuk mempersiapkan masa depan yang baik karena kita sudah memahami bagaimana cara paling efektif anak belajar," tambah Melia.

Sama halnya dengan Faizati Robiah, seorang perancang interior yang berbagi pengalamannya di akun Instagram @fayagung. Faizati mengatakan, kekhawatiran apakah Krisna anaknya dapat memahami pelajaran secara baik atau tidak di sekolah, karena Ia merasa anaknya cenderung memiliki suasana hati tidak stabil atau moody dalam belajar, dan nilai di sekolahnya ada beberapa yang tidak seperti diharapkan.

Namun, setelah Krisna menjalani tes AJT CogTest, Faizati mengetahui bahwa sebenarnya anaknya memiliki tingkat kecerdasan rata-rata dan dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan memadai.

"Dari hasil tes AJT CogTest dapat diketahui kelebihan serta kelemahan anak dalam hal belajar oleh psikolog yang ramah dan profesional. MCI juga memberikan solusi bagaimana mengatasi kesulitan belajar anak saya, setelah diterapkan, Krisna jadi lebih nyaman dalam belajar," kata Faizati.



Sumber: BeritaSatu.com