Hoax Masih Jadi Tantangan Imunisasi di Indonesia

Hoax Masih Jadi Tantangan Imunisasi di Indonesia
Imunisasi measles dan rubella (MR)
Dina Manafe / WBP Rabu, 1 Mei 2019 | 14:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Imunisasi rutin lengkap menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai aset negara. Dengan imunisasi, anak terhindar risiko penyakit menular. Sayangnya di Indonesia, imunisasi masih dihantam kabar negatif alias hoax yang membuat orang tua tidak mau memberikan vaksin kepada anaknya.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Aman Bhakti Pulungan, mengatakan, kesehatan anak adalah aset bangsa. Ketika anak sakit, maka kualitas aset bangsa juga ikut menurun. Sayangnya, hoax masih menjadi tantangan berat. Di Indonesia masyarakat masih disibukkan dengan persoalan halal-haram dan hoax imunisasi, sehingga cakupan imunisasi menurun. Padahal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi boleh dilakukan. Itu karena tidak ada cara lain untuk mencegah anak dari kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Karena itu cakupan imunisasi tidak boleh turun. Tahun 2020 cakupan imunisasi harus naik,” kata dr. Aman Bhakti Pulungan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu.com Selasa (30/4) malam.

Menurut dr. Aman Bhakti Pulungan, di antara sekian banyaknya hoax imunisasi, yang paling banyak beredar adalah jika diimunisasi, anak akan menjadi autis. Padahal imunisasi sudah dilaksanakan sejak 1956 tahun silam, dan terbukti berhasil mencegah penularan sejumlah penyakit.

Hoax lain tentang imunisasi, yaitu vaksin mengandung bahan berbahaya. Menurut dokter spesialis anak dari IDAI, Prof. Sudjatmiko, akibat beredarnya hoax tersebut banyak keluarga di awal tahun 2000 menolak imunisasi. Akibatnya, pada 2005 terjadi kejadian luar biasa polio. Saat ini kasus campak di 170 negara meningkat tiga kali lipat. Di Afrika bahkan meningkat tujuh kali lipat, dan Eropa lima kali lipat.

Meningkatnya kasus campak di 170 negara tersebut antara lain disebabkan hoax. Karena itu, menurut Prof. Sudjatmiko, perlu dukungan berbagai sektor untuk melawan hoax.

Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2019, IDAI menggelar temu ilmiah di Kantor Kementerian Kesehatan untuk membicarakan perkembangan imunisasi dan tantangannya di Indonesia saat ini.



Sumber: Suara Pembaruan