Lagi, Indonesia Punya Klinik Kesehatan Khusus di Arab Saudi

Lagi, Indonesia Punya Klinik Kesehatan Khusus di Arab Saudi
Tim medis yang bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah siaga 24 jam melayani pasien jemaah calon haji. ( Foto: Dok. Humas Kemkes )
Dina Manafe / FER Kamis, 2 Mei 2019 | 18:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengantisipasi berbagai masalah kesehatan yang kerap dialami jamaah haji, pemerintah Indonesia kembali membangun klinik kesehatan baru di Arab Saudi. Dengan demikian Indonesia telah memiliki dua klinik, satunya di Mekkah dan lainnya di Madinah. Bedanya, klinik yang baru ini memiliki fasilitas layanan yang lebih lengkap, seperti Intensive Care Unit (ICU), ruang rawat psikiatri, depo obat yang lebih luas, dan poliklinik rawat jalan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, mengatakan, 60 persen jamaah haji berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan. Ini merujuk data Siskohat Kesehatan setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan daftar tunggu jamaah haji yang semakin lama membuat sebagian dari mereka berisiko tinggi menderita gangguan kesehatan.

Karena itu, menurut Menkes, perlunya upaya pelayanan kesehatan khusus bagi jemaah haji Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk pelayanan jemaah haji. Selain membangun KKHI yang baru di Madinah, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga menyediakan ambulans, obat-obatan dan juga sarana lainnya termasuk pengerahan tenaga kesehatan.

"Salah satu pentingnya kesiapan sumber daya kesehatan adalah dengan menyediakan KKHI yang lebih baik dan lebih proporsional untuk pelayanan jemaah haji kita," kata Nila dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

KKHI di Madinah ini diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Rabu (1/5/2019). Puan berharap kehadiran klinik baru ini dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih lengkap lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Puan, pelayanan kesehatan merupakan unsur penting dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji. Tanpa kondisi kesehatan yang baik, jamaah haji akan kesulitan menjalankan rukun dan wajib haji dengan sempurna. Di acara peresmian itu juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Anggota Komisi VIII DPR, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Konjen RI Jeddah, dan beberapa pejabat Kemkes.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemkes, Eka Jusup Singka, menjelaskan bahwa KKHI Madinah mempunyai komposisi jenis perawatan yang lebih lengkap ketimbang KKHI yang lama. Selain ICU dan lain-lainnya, kapasitas klinik ini juga ditingkatkan. Misalnya jumlah tempat tidur yang semula hanya 50 kini menjadi 70 tempat tidur.

KKHI Madinah yang baru ini berlokasi sangat strategis. Bangunan berlantai lima tersebut berada sekitar 2 kilometer dari Masjid Nabawi atau tepatnya di Jalan Prince Muhammed bin Abdul Aziz Madinah, Arab Saudi. Tidak hanya di Madinah, klinik kesehatan lainnya juga disediakan Kemkes di Kota Mekkah. KKHI Makkah telah berdiri di daerah Aziziyah Junubiah dan beroperasi sejak 2017.

KKHI dengan 18 lantai ini memiliki kapasitas 300 tempat tidur rawat inap. Di samping itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pemeriksaan kesehatan seperti laboratorium, apotek, ruang rontgen dan memiliki fasilitas kamar petugas kesehatan yang dapat menampung sekitar 400 petugas kesehatan haji.



Sumber: Suara Pembaruan