28,8 Juta Penduduk Indonesia Menua Tahun Depan

28,8 Juta Penduduk Indonesia Menua Tahun Depan
Para lansia usia 73-95 tahun dari Senior Club Indonesia memainkan alat musik pada acara peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang digelar BKKBN di IPB International Convention Center, Bogor, Jumat, 3 Mei 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Dina Manafe )
Dina Manafe / CAH Jumat, 3 Mei 2019 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meningkatnya usia harapan hidup orang Indonesia menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) juga makin besar. Mengutip data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), diproyeksikan jumlah penduduk Indonesia yang menua pada tahun 2020 mencapai 28,8 juta jiwa atau 11,34 persen dari total penduduk.

Jumlah ini meningkat drastis. Di tahun 1970 jumlah penduduk lansia di Indonesia baru sekitar 5,3 juta jiwa atau 4,48 persen, dan bertambah menjadi 12,7 juta jiwa atau 6,29 persen di tahun 1990. Di 2010, jumlahnya mencapai 18 juta jiwa (7,6 persen), dan di 2017 lalu menurut data Susenas sudah sebanyak 23,4 juta atau 8,97 persen dari total penduduk. Di 2025, diperkirakan jumlah lansia akan mencapai 15 persen dari 2025 diperkirakan jumlahnya akan mencapai 12,9 persen.

Menjelang peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2019, BKKBN kembali menggugah kepedulian semua pihak tentang pentingnya perhatian terhadap lansia yang jumlahnya makin membengkak ini. Lansia perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mandiri, sejahtera dan tetap produktif di usia senjanya.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Muhammad Yani, mengatakan, keberadaan lansia sering dikatakan beban dalam keluarga yang pada akhirnya mereka kurang mendapat perhatian. Peran keluarga, menurut Yani, sangat menentukan terbentuknya lansia tangguh.

“Keluarga bukan hanya wadah untuk tempat berkumpulnya ayah, ibu, anak dan kakek nenek, tetapi merupakan wahana awal pembentukan spiritual, moral serta karakter manusia dalam membentuk keluarga sejahtera,” kata Yani saat membuka seminar bertemakan “Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat” di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/5/2019).

Menurut Yani, meningkatnya penduduk lansia membawa konsekuensi tersendiri terhadap pembangunan nasional. Di satu sisi, meningkatnya jumlah lansia menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program-program di sektor kesehatan, sehingga usia harapan hidup penduduk makin tinggi. Bahkan, jika kondisi lansia sehat, tangguh dan produktif serta mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, Indonesia bersiap untuk menikmati bonus demografi kedua.

Namun di sisi lain, peningkatan jumlah lansia justru menciptakan tantangan tersendiri yang menyentuh berbagai aspek kehidupan baik kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Menurut Yani, menjadikan lansia sejahtera lahir dan batin bukan tugas dan tanggung jawab pemerintah melainkan juga institusi masyarakat termasuk organisasi sosial, organisasi profesi, akademi, mitra kerja dan masyarakat. Peran mitra kerja dalam meningkatkan kualitas keluarga yang memiliki lansia dan lansianya dapat menjadi daya ungkit dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga.

Selain seminar, BKKBN juga menggelar berbagai kegiatan dalam rangka HLUN 2019 ini. Di antaranya pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan kanker serviks dengan metode IVA/papsmear, pemeriksaan gigi, pemberian kacamata, pelayanan mobil curhat atau antigalau. 



Sumber: Suara Pembaruan