BKKBN: Perhatian Terhadap Lansia Kian Merosot
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BKKBN: Perhatian Terhadap Lansia Kian Merosot

Sabtu, 4 Mei 2019 | 08:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Bogor, Beritasatu.com - Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia belum seiring dengan besarnya perhatian terhadap mereka. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut perhatian terhadap penduduk usia 60 tahun ke atas ini makin merosot. Hal ini terutama terlihat dari program-program pemerintah daerah yang belum menjadikan isu lansia sebagai prioritas, termasuk dalam penganggaran APBD.

Direktur Bina Ketahanan Keluarga BKKBN, Dra Widati mengatakan, sejak adanya otonomi daerah sampai saat ini, perhatian terhadap lansia makin berkurang. Tidak semua daerah mengalokasikan anggaran untuk urusan lansia dalam APBD. Padahal, UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan pemerintah pusat membuat desain program, dan dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota. Namun tidak semua pemda melaksanakannya karena anggaran tidak memadai dan bukan jadi prioritas.

“Karena anggarannya kecil, sehingga pemda lebih fokus ke urusan-urusan prioritas, dan ternyata lansia tidak masuk prioritas itu,” kata Widati di sela-sela acara seminar bertemakan “Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat” yang diselenggarakan BKKBN di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/5/2019).

Akibat anggarannya kecil, lanjut Widati, banyak kegiatan bina lansia di komunitas-komunitas masyarakat tidak berjalan optimal. Saat ini terdapat sekitar 50.000 kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang tersebar di seluruh daerah dengan lansia berjumlah 1,5 juta orang. Jumlah ini masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan total lansia di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 23,4 juta jiwa. BKL adalah kelompok kegiatan di masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, memberdayakan, dan menjadikan lansia mandiri dan lebih bermartabat.

Namun, lanjut Widati, pemda juga tidak bisa disalahkan, karena memang urusan lansia belum masuk dalam indikator di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Agar urusan lansia mendapat porsi sendiri dalam alokasi APBD, maka menurutnya, pemerintah harus memasukkan lansia sebagai salah satu indikator indeks pembangunan keluarga dalam RPJMN.

“Kalau lansia masuk dalam indikator di RPJMN, itu akan turun ke RPJMD dan otomatis pemda harus membiayainya di APBD. Itu adanya nanti di RPJMN tahun 2020-2025,” kata Widati.

Widati menambahkan, jika lansia dalam kondisi sehat, mandiri, dan tangguh, maka Indonesia berpeluang meraih bonus demografi kedua. Bonus demografi kedua ini terjadi setelah bonus demografi pertama yang ditandai dengan melimpahnya usia produktif. Saat ini ini sejumlah provinsi sudah menikmati bonus demografi, dan puncaknya diperkirakan terjadi di 2030 mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perangi Stunting dan Gizi Buruk, Frisian Flag Sebarkan Manfaat Susu

Menyambut hari susu sedunia dan juga hari pendidikan, Frisian Flag Indonesia (FFI) menyebarkan manfaat susu melalui sosialisasi atau edukasi.

KESEHATAN | 3 Mei 2019

28,8 Juta Penduduk Indonesia Menua Tahun Depan

Diproyeksikan jumlah penduduk Indonesia yang menua pada tahun 2020 mencapai 28,8 juta jiwa atau 11,34% dari total penduduk.

KESEHATAN | 3 Mei 2019

Lagi, Indonesia Punya Klinik Kesehatan Khusus di Arab Saudi

Pemerintah kembali membangun klinik kesehatan baru di Arab Saudi.

KESEHATAN | 2 Mei 2019

271 Rumah Sakit Mitra BPJS Belum Terakreditasi

BPJS Kesehatan ingatkan batas waktu akreditasi hingga 30 Juni 2019.

KESEHATAN | 2 Mei 2019

Agar Lindungi Anak, PP tentang Rokok Harus Jadi UU

Sanksi dari PP ini lebih kepada administratif sampai ke pencabutan izin usaha, tetapi sampai saat ini belum terlihat.

KESEHATAN | 2 Mei 2019

Sasar Anak, Iklan Rokok di Media Daring Harus Ditindak Tegas

Pesatnya perkembangan komunikasi digital membuat beralihnya pemasangan iklan rokok dari media cetak dan elektronik ke media daring.

KESEHATAN | 2 Mei 2019

BPJS Kesehatan: 482 Rumah Sakit Habis Masa Akreditasi di 2019

Rumah sakit yang belum melakukan akreditasi masih bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan namun diberikan waktu hingga 30 Juni 2019.

KESEHATAN | 2 Mei 2019

5 Cara Mencintai Diri Sendiri

Mencintai diri sendiri adalah hal yang penting untuk memulai kehidupan yang bahagia

KESEHATAN | 1 Mei 2019

Hoax Masih Jadi Tantangan Imunisasi di Indonesia

Salah satu hoax adalah jika diimunisasi, anak akan menjadi autis.

KESEHATAN | 1 Mei 2019

564.945 Bayi di Indonesia Belum Dapat Imunisasi Lengkap

Sebagian besar mereka ada di wilayah Indonesia timur, seperti NTT dan Papua.

KESEHATAN | 1 Mei 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS