Pentingnya Manajemen Puasa bagi Pasien DMT2

Pentingnya Manajemen Puasa bagi Pasien DMT2
cek prediabetes dapat mengetahui apakah seseorang berisiko menderita diabetes ( Foto: Ist / Ist )
Indah Handayani / FER Senin, 6 Mei 2019 | 22:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) rentan terhadap risiko hipoglikemia saat berpuasa. Hipoglikemia yang tidak ditangani dengan baik dapat berpengaruh buruk pada kesehatan serta mengganggu kelancaran berpuasa. Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula dalam darah yang berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70mg/dL.

Baca Juga: Risiko Hipoglikemia Meningkat 7,5 Kali Saat Puasa

Hasil studi Epidiar pada tahun 2001 di 13 negara dengan populasi muslim yang besar, dengan sample sebanyak 12.914 orang menunjukkan, setidaknya 79 persen dari sample tersebut menjalani ibadah puasa sedikitnya hingga 15 hari selama bulan Ramadan. Saat bersamaan, risiko hipoglikemia pada pasien DMT2 meningkat hingga 7,5 kali lipat sepanjang bulan Ramadan.

Perwakilan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), dr Dicky Levenus Tahapary, mengatakan, penting bagi pasen DMT2 untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah dan mencegah hipoglikemia.

"Saat berpuasa, tidak hanya terjadi perubahan waktu makan dan jenis makanan, tapi pasien DMT2 juga akan tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu umumnya diperlukan beberapa perubahan dalam terapi diabetes yang diberikan sehingga kadar gula dalam tubuh tidak turun terlalu rendah (hipoglikemia), maupun naik terlalu tinggi (hiperglikemia)," kata dr Dicky, dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/5/2019).

Baca Juga: Kesadaran Membatasi Asupan Gula Masih Rendah

Dr Dicky mengatatakan, hipoglikemia saat puasa merupakan hal yang sering ditemui jika pasien diabetes tidak diberikan pengarahan yang memadai mengenai manajemen diabetes yang tepat selama puasa.

"Oleh karena itu, idealnya, tiap pasien DMT2 sebaiknya berkonsultasi dengan dokter 2-3 bulan sebelum bulan Ramadan untuk mendapatkan persiapan sebelum pu asa yang memadai dan mendapatkan rekomendasi manajemen diabetes yang tepat selama bulan puasa dan saat Hari Raya Lebaran,” tandas dr Dicky.



Sumber: BeritaSatu.com